MAMUJU – Proyek rehabilitasi dan renovasi sarana prasarana sekolah di Kabupaten Majene yang dikerjakan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BP2W) Sulbar tahun anggaran 2021, mendapat sorotan masyarakat.
Pasalnya, ditemukan sejumlah sekolah yang masih dikerjakan hingga bulan Juni 2022.
“Proyek ini berjalan Mei 2021, harusnya sudah selesai pada Desember 2021. Itupun kalau ada perpanjangan masa, sesuai Peraturan Menteri Keuangan, paling lama 90 hari, artinya, harusnya batas perpanjangan sampai Maret 2022. Yang kami temukan di lapangan, hingga Juni 2022, masih ada (sekolah) yang dikerjakan,” terang salah satu masyarakat yang enggan identitasnya dipublis, belum lama ini.
Pihaknya juga menemukan beberapa item pekerjaan diduga menyalahi spesifikasi, seperti pondasi gedung sekolah memakai struktur lama.
Jika pihak balai berkilah proyek itu mengalami adendum, masyarakat tersebut menilai, kesepekatan harusnya melalui persetujuan kepala sekolah sebagai penerima manfaat.

“Ini kan kepala sekolah mengaku tidak pernah ditemui soal ini, saya wawancara langsung ke kepala sekolah dan tukang di sekolah,” terangnya.
Dia pun menduga pemenang proyek merupakan kerabat dekat Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman BP2W Sulbar.
“Kalau proyek ini ditelusuri, akan didapatkan bahwa ada dugaan pekerjaan ini milik adik kepala satker,” beber masyarakat tersebut.
Hal ini pun mendapat tanggapan Ketua BrEM P.U.S, Ekamasputra.
Dia menyesalkan jika terjadi dugaan pelanggaran pada pekerjaan BP2W Sulbar.
“Ini milik kementerian loh, harusnya kerja profesional,” ungkap Eka.
Dirinya juga menyorot dugaan proyek dikerjakan oleh kerabat dekat pejabat terkait. “Kalau ini benar, berarti ada indikasi KKN,” tegasnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman BP2W Sulbar, Ibrahim, menjelaskan, proyek tersebut memang lewat dari masa kontrak.
“Kami sudah denda pihak kontraktor. Sesuai peraturan Menteri Keuangan itu seperseribu per hari,” kata Ibrahim.
Soal sorotan proyek itu dikerja hingga Juni, Ibrahim menyebut, masa waktu pemeliharaan.
Ia pun membantah jika proyek sekolah di Majene tersebut dikerjakan oleh kerabat dekatnya.
Untuk diketahui, Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman BP2W Sulbar mengerjakan 28 sekolah yang tersebar di Kabupaten Majene dan Kabupaten Polman, tahun 2021.
Adapun pelaksana proyek adalah PT. Bumi Permata Kendari. Sementara konsultan yakni PT. Amsecon Berlian Sejahtera.