Prof Marthinus Saptenno kembali terpilih pimpin Unpatti Ambon

Ambon (ANTARA) – Prof Marthinus Johanes Saptenno terpilih kembali memimpin Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon untuk periode 2020-2024, melalui sidang pemungutan suara yang digelar secara tertutup di gedung Stundent Center, Jumat.

Sidang pemungutan suara yang dihadiri oleh 70 orang anggota Senat Unpatti dan Sesditjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti Agus Indarjo, menetapkan Prof Marthinus Johanes Saptenno terpilih kembali menjadi rektor pada periode berikutnya.

Saptenno yang sebelumnya memimpin Unpatti pada 2016-2019 berhasil memenangkan pemilihan dengan total dukungan sebesar 77 suara, mengalahkan dua kandidat calon rektor lainnya, yakni Prof Peter Kakisina yang hanya memperoleh enam suara dan Prof ASW. Retraubun dengan 25 suara.

Saptenno dalam kesempatan itu mengatakan masa jabatannya sebagai rektor pada periode pertama akan berakhir pada 24 Februari 2020. Langkah pertama yang akan dia lakukan setelah pemilihan ini adalah merampungkan tugas-tugas yang belum selesai.

Sebagai petahana, ia akan melanjutkan kembali visi dan misi yang diusung sebelumnya, yakni fokus pada peningkatan sumber daya manusia, juga mempersiapkan infrastruktur yang baik untuk pengembangan ilmu di Unpatti.

“Masih ada empat bulan untuk menyelesaikan tugas-tugas, sesudah itu baru diambil langkah-langkah selanjutnya. Karena pernah menjadi rektor jadi apa-apa yang telah ada akan dilanjutkan, dan itu perlu dilihat mana yang perlu diprioritaskan untuk kepentingan pengembangan ke depan,” ujar Saptenno.

Berbeda dengan proses tahap pertama pemilihan pada 15 Oktober 2019 yang mengusung enam bakal calon rektor, sidang senat tahap kedua pada hari ini sempat diwarnai oleh demonstrasi mahasiswa dari berbagai fakultas dan organisasi kemahasiswaan di Unpatti.

Para mahasiswa meminta pelaksanaan tahap akhir pemilihan rektor ditunda hingga 30 Oktober 2019, sebagaimana telah diputuskan dalam rapat antara senat dan panitia penyelenggara pemilihan rektor beberapa waktu sebelumnya.

Kendati demikian, proses sidang senat pemilihan rektor tetap dilangsungkan dengan penjagaan aparat kepolisian di luar gedung Student Center, dan sekitar lokasi demo di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )