
Wasior (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat, akan melakukan kajian ilmiah untuk menentukan kawasan perkotaan baru pada masa mendatang.
Bupati Teluk Wondama Hendrik Mambor di Wasior, Senin, mengatakan tiga lokasi yang saat ini menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian yaitu Wasior, Wondiboi, dan Rasiei semakin padat penduduk sehingga perlu disiapkan lokasi baru.
Aktivitas pembangunan pada ketiga lokasi itu mengalami peningkatan setiap tahun dan berdampak terhadap beban wilayah semenanjung Wondiboi yang merupakan kawasan rawan banjir dan longsor.
“Hal itu yang menjadi dasar perlu adanya kawasan kota baru yang menjadi pusat perekonomian dan pemerintahan Teluk Wondama,” kata Hendrik.
Bupati menjelaskan potensi bencana alam akibat turunnya daya dukung lingkungan mulai terasa dalam beberapa tahun belakangan. Misalnya, debit air dari beberapa sungai cenderung meningkat hingga menimbulkan banjir, padahal sebelumnya tidak pernah banjir.
“Banjir yang terjadi dalam dua tahun terakhir relatif besar bahkan mengancam keselamatan warga sekitar sungai. Banyak sungai kecil dulunya tidak pernah banjir, sekarang sudah beberapa kali banjir. Hal ini harus kita waspadai,” katanya.
Bupati telah memerintahkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Teluk Wondama melakukan studi kelayakan terhadap wilayah alternatif kawasan perkotaan yang baru.
Ada sejumlah lokasi yang dinilai strategis dijadikan sebagai pusat pemerintahan dan perekonomian baru terletak di Distrik Kuri Wamesa.
Ia berharap studi kelayakan dan kajian ilmiah secepatnya rampung agar rencana pemindahan pusat pemerintahan dan perekonomian dapat dilakukan secara bertahap.
“Lokasi yang cocok itu (kampung) Nanimori sampai ke Dusner. Nanti kita pindahkan penumpukan beban kota yang ada di Wasior dan sekitarnya,” ujar Hendrik Mambor.