MAMUJU – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar rapat pleno di salah satu hotel di Mamuju, Selasa, 2 November 2021.
Rapat tersebut membahas isu strategis kepartaian, termasuk agenda menghadapi tahun politik 2024.
“Kita tidak ingin melewatkan rapat pleno itu begitu saja. Kita ingin rapat pleno itu berbobot dan bermanfaat untuk langkah-langkah politik partai ke depan,” kata Ketua DPW NasDem Sulbar, Anwar Adnan Saleh kepada Berandarakyat.com via telepon, Rabu (3/11/2021).
Isu pertama yang dibahas adalah kesiapan partai menghadapi kontestasi pemilihan legislatif tahun 2024.
Anwar mengatakan, masing-masing pengurus NasDem sudah mengeluarkan gagasan terkait agenda tersebut. Pihaknya pun telah membentuk tim kecil untuk merangkum gagasan itu.
Ketua NasDem Sulbar juga membeberkan target kursi di DPRD tingkat provinsi dan kabupaten.
Untuk pemilihan legislatif tingkat provinsi, Anwar menarget penambahan 4 kursi. Sementara di Kabupaten Polman dan Majene masing-masing ditarget penambahan 1 kursi.
“Sekarang di provinsi kita punya 6 kursi, targetnya nanti ada penambahan 4 kursi. Di Polman, yang sekarang 2 kursi, kita target tambah 1 kursi lagi. Juga di Majene, NasDem tidak punya kursi di sana, 2024 kita target 1 kursi,” jelas Anwar.
Isu selanjutnya soal pilkada serentak. Anwar menegaskan, NasDem dalam posisi calon kepala daerah. “Untuk pilkada ini kita berbicara kepala daerah, ya, bukan wakil.”
Hanya saja, mantan gubernur itu sedikit ragu untuk Kabupaten Majene karena kosongnya kursi NasDem di DPRD. Menurut Anwar, NasDem di Pilkada Majene hanya punya dua opsi: membentuk koalisi atau berharap pileg digelar Januari 2024.
Terkait pemilihan gubernur, Anwar Adnan Saleh mengakui figur yang bakal diusung NasDem sudah mengerucut ke beberapa nama.
Ia pun memastikan, NasDem dalam menentukan usungan tidak hanya bergantung pada hasil survei, tapi juga kualitas figur dan keyakinan partai untuk memenangkan figur tersebut.
Selain membahas agenda 2024, DPW NasDem saat ini terus melakukan konsolidasi di enam kabupaten hingga akhir Desember.
“Kita terus konsolidasi sampai akhir Desember ini karena tahun depan sudah masuk rencana aksi, termasuk menghadapi tahapan Pemilu di bulan Juli 2022,” beber Anwar Adnan Saleh.
HARLY