MAMASA – Potret miris dunia pendidikan di Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Salah satu sekolah yakni SMAN 1 Pana kondisi gedungnya sangat memprihatinkan.
Hal itu tampak dalam video berdurasi 58 detik yang beredar di media sosial.
Dalam video itu, terlihat kondisi gedung SMAN 1 Pana hanya berdindingkan papan 4 lembar yang menutupi sisi gedung dengan tinggi sekira 1 meter.
Sementara ruang kelas dibagi menjadi tiga bagian dengan masing-masing sekat. Adapun tiangnya hanya menggunakan batang pohon pinus.

Warga yang berada dalam video menjelaskan bahwa kondisi ini sudah berlangsung selama 3 tahun.
Dia berharap pemerintah bisa memperhatikan kondisi SMAN 1 Pana tersebut.
“Kami berharap kepada semua pemerintah bisa menindaklanjuti keadaan ini sehingga gedung sekolah bisa dipermanenkan,” ungkap warga yang belum diketahui identitasnya tersebut.
Menanggapi kondisi gedung SMAN 1 Pana, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulbar, Muh. Hatta Kainang menilai hal tersebut mencerminkan wajah pendidikan yang belum merata.
Hatta mengaku kaget dengan kondisi SMAN 1 Pana.
Apalagi, alokasi DAK Fisik Bidang Pendidikan Sulbar tahun 2024 tidak mengakomodir sekolah tersebut.

“Yang pasti kami kaget dengan kondisi bangunan SMA neg 1 Pana Mamasa, saya cek dalam penganggaran 2024 di APBD Sulbar dalam alokasi dana DAK fisik diknas tidak ada sekolah SMA 1 pana. Yang ada SMK 1 negeri Pana dengan jumlah rencana gedung 3 buah,” ujarnya, Kamis, 7 Maret 2024.
Hatta Kainang berharap SMAN 1 Pana menjadi prioritas pada pengusulan DAK pendidikan tahun 2025.
Terlebih lagi, kondisi ruang kelas belajar dan proses belajar mengajar di tempat itu jauh dari standar.
Anggota Fraksi NasDem tersebut menegaskan agar Pemprov Sulbar serius mengatensi masalah di SMAN 1 Pana.
“Usulan DAK adalah domain Diknas Sulbar, ini harus disegerakan dan diatensi secara maksimal. Kami meminta Pemprov Sulbar untuk serius di persoalan ini. Ini wajah pendidikan yang kurang baik di mata publik,” jelas Muh. Hatta Kainang.