Marak Kasus Pencabulan, Pemerintah Sulbar Diminta Beri Atensi Khusus

MAMUJU – Pemerintah di Sulawesi Barat (Sulbar) diminta untuk lebih memberi perhatian khusus terhadap maraknya kasus pencabulan dan pelecehan seksual terhadap perempuan.

Sekjen Komunitas Mahasiswa untuk Kedaulatan Rakyat (Komkar), Nurul Azwanie Ahmad, mengatakan, pemerintah harus memberi perhatian khusus terhadap korban kekerasan seksual dari segi penegakan hukum dan perlindungan hak asasi manusia. Apalagi kebanyakan dari korban masih berusia di bawah umur.

“Banyak korban enggan melapor karena stigma dan ancaman dari pelaku yang sering kali adalah orang terdekat mereka,” jelas Nurul, Sabtu, 27 Juli 2024.

Selain itu, dalam kasus pelecehan terhadap perempuan sering kali ditemukan ada pihak-pihak yang justru menyalahkan si korban karena cara berpakaiannya.

Menurut dia, faktor cara berpakaian tidak bisa sepenuhnya dijadikan alasan.

“Kami menemukan survei bahwa kebanyakan korban nyatanya tidak sedang menggunakan pakaian yang provokatif saat mengalami pelecehan,” ungkap Sekjen Komkar.

Untuk itu, Nurul mendesak pemerintah Sulbar untuk lebih serius menangani kasus pelecehan seksual terhadap perempuan.

Para korban harus mendapatkan jaminan hukum, terutama pelayanan terhadap mental mereka.

“Korban-korban pelecehan ini harusnya diberikan fasilitas baik secara hukum terutama untuk penyembuhan mentalnya karena sudah pasti para korban tersebut memiliki trauma yang mendalam,” tegas Nurul Azwanie Ahmad.

Leave a Comment