Mahasiswa Aksi Tuntut Perbaikan Jalan di Mamuju

Harly

MAMUJU – Puluhan massa yang tergabung dalam Mahasiswa dan Masyarakat Menggugat menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor bupati Mamuju, Senin, 10 Juni 2024.

Mereka menuntut pemerintah terkait banyaknya titik jalan yang rusak di Mamuju.

Korlap Aksi, Burhan, mengatakan, kondisi jalan rusak di Mamuju merupakan tamparan bagi Provinsi Sulbar. Hal itu karena Mamuju merupakan ibu kota provinsi.

Massa aksi juga menyinggung kerusakan jalan di Sinyonyoi Selatan, Kecamatan Kalukku yang selama ini dinilai tidak pernah diperhatikan.

Orator lainnya, Andika Putra, mendesak Bupati Mamuju segera memerintahkan Dinas PUPR membenahi seluruh jalan rusak di kabupaten tersebut.

“Bupati harus menunjukkan bahwa programnya pro ke rakyat, salah satunya adalah perhatian kepada akses jalan,” jelasnya.

Andika pun mengungkap aturan Pasal 24 ayat 1 dan Pasal 273 ayat 1 UU nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) di mana masyarakat yang mengalami kecelakaan akibat jalan rusak, bisa menuntut pemerintah selaku penyelenggara jalan.

Kadis PUPR Mamuju, Surya Yuliawan menjelaskan bahwa pihaknya tahun ini akan mengerjakan rekonstruksi ruas Jalan Soekarno-Hatta hingga Jalan Ahmad Kirang senilai Rp 5,6 miliar dari anggaran DAK.

Kadis PUPR dialog dengan massa aksi

Selain itu, PUPR juga mengerjakan Jalan Angsa (arah Rujab Sapota) senilai Rp 800 juta.

Surya menambahkan, PUPR Mamuju juga telah berkoordinasi dengan pihak provinsi untuk bantuan keuangan khusus atau BKK, dan pihak Kementerian PUPR.

“Kami bekerja sama provinsi minta Rp 27 miliar hal penanganan jalan dari dana BKK. Kami juga usul ke kementerian Rp 35 miliar,” ujar Surya.

Massa aksi pun meminta anggaran penanganan jalan tahun ini yang telah dipaparkan Surya, bisa ditambahkan agar seluruh akses di kabupaten Mamuju bisa dibenahi.

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer