Kota Sorong alami inflasi 0, 61 persen pada periode Mei

Sorong (ANTARA) – Badan Pusat Statistik Kota Sorong, Provinsi Papua Barat mencatat daerah itu mengalami inflasi sebesar 0,61 persen pada periode Mei 2022.

Kepala Badan Pusat Statistik Kota Sorong, Merry di Sorong, Jumat, mengatakan inflasi yang terjadi di Kota Sorong sebesar 0,61 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar  109,09 karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran.

“Kenaikan harga terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,22 persen, kelompok makanan minuman dan tembakau sebesar 1,59 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,01 persen,” jelasnya.

Selain itu, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,12 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,06 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman restoran sebesar 0,02 persen. 

Sedangkan kelompok yang mengalami deflasi, kata dia,  adalah kelompok transportasi sebesar 1,13 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan  budaya sebesar 0,45 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,12 persen, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,05.

“Sedangkan kelompok pendidikan adalah kelompok yang tidak mengalami perubahan indeks,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pada Mei 2022 sebanyak 87 Kota dan Kabupaten mengalami inflasi dan tiga daerah mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 2,44 persen dengan IHK sebesar 116,00 dan terendah terjadi di Tangerang sebesar 0,05 persen dengan IHK sebesar 109,73 dan Gunung Sitoli sebesar 0,05 persen dengan IHK 110,63.

“Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kotamobagu sebesar 0,21 persen dengan IHK sebesar 111,25 dan terendah terjadi di Merauke sebesar 0,02 persen dengan IHK sebesar 109,92,” ujarnya.

Leave a Comment