MAMUJU – Koordinator Aliansi Rakyat Menggugat (ALARM), Andika Putra menilai indikasi ancaman dan dugaan pembawaan senjata tajam di sekitar Mabes VENDETTA sebagai bentuk intimidasi serius terhadap ruang organisasi.
ALARM mengecam keras adanya dugaan ancaman terhadap Markas Besar (Mabes) Gerakan VENDETTA di Mamuju yang dilakukan oleh oknum tidak dikenal dan diindikasikan membawa senjata tajam.
ALARM menilai peristiwa tersebut bukan insiden sepele, melainkan bentuk intimidasi yang membahayakan keselamatan aktivis dan masyarakat sekitar.
Menurut ALARM, informasi dari saksi di lokasi menunjukkan bahwa oknum tersebut sempat memicu ketegangan dan melontarkan ancaman akan kembali bersama pihak lain, sebelum akhirnya terlihat berada di sekitar Mabes VENDETTA bersama oknum lain yang diduga membawa sajam.
ALARM pun mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas dugaan ancaman dan kepemilikan senjata tajam tersebut secara objektif dan berimbang, serta memastikan tidak ada pembiaran terhadap tindakan intimidatif yang dapat merusak ketertiban umum.