MAMUJU – Komisaris PT.Kulaka Jaya Perkasa, Sabarudien Syam terpilih menjadi Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Mineral bukan Logam dan Batuan (MBLB).
Sabarudien Syam terpilih dalam sistem Voting saat menggelar rapat musyawarah ke I di Hotel Aflah Mamuju pada Minggu 11 mei 2025.
Usai terpilih menjadi ketua umum Asosiasi Tambang, Sabarudien Syam berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
” Dengan adanya Asosiasi ini, kami berkomitmen bersinergi dengan pemerintah serta mampu meminimalisir terjadinya konflik di masyarakat,” kata pria yang kerap disapa Jhon itu
Menurutnya, Asosiasi akan menjadi wadah buat teman-teman pelaku usaha pertambangan, juga sebagai perpanjangan tangan pemerintah dan pelaku usaha itu sendiri.
“Kita berharap dengan hadirnya Asosiasi ini agar pertambangan di Sulbar bisa berkelanjutan dan bebas dari konflik,” sebutnya.
Lanjutnya, Manfaatkan sumber alam yang kita bisa olah agar bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah(PAD) dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan kesejahteraan masyarakat itu sendiri dan tidak lupa dalam proses pertambangan selalu menjaga lingkungan.
” Tugas penting dari Asosiasi ini, bagaimana berperan dalam mengawasi tahapan-tahapan perizinan agar tidak cacat secara prosedur sampai proses produksi dan penjualan Agar teman teman pelaku usaha bisa mendapatkan kepastian hukum. “jelas ketua Asosiasi Tambang itu”.
Ia menambahkan mengungkapan setelah melakukan musyawarah ini, akan kita laporkan segera mungkin ke Gubernur sekaligus untuk menyampaikan beberapa program kerja dari Asosiasi ini ke depan.
“Dalam waktu dekat kami akan sampaikan ke bapak Gubernur terkait program kerja kedepannya dari Asosiasi ini,” tutupnya.
Sementara itu, Sekjen Asosiasi Tambang Mineral bukan batuan dan logam, Arman berharap agar ketua terpilih maupun seluruh pengurus bisa membawa organisasi yang lebih baik serta dapat berkolaborasi dengan pemerintah untuk meningkatan ekonomi di Sulbar.
Olenya itu, karena banyak tantangan yang harus dihadapi oleh pemerintah, baik Kabupaten maupun provinsi. Asosiasi akan siap berkolaborasi sebagai mitra strategisnya.
” Sinergi pemerintah dan pelaku usaha tambang perlu ditingkatkan untuk kesejahteraan masyarakat mendorong peningkatan PAD untuk kemajuan daerah,” tutup Arman. (**)