
MAMUJU – Dalam rangka mendukung Visi Gubernur Suhardi Duka bersama Wakil Gubernur Salim S. Mengga, untuk mewujudkan Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera, Kepala Bapperida Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, menegaskan pentingnya penguatan riset dan inovasi sebagai bagian integral dari pembangunan daerah.
Dalam arahannya, Junda menekankan bahwa riset dan inovasi bukan sekadar aktivitas akademik, melainkan tantangan nyata dalam pembangunan daerah yang harus dikawal secara cermat dan efisien.
“Riset-riset nanti itu jadi kawalan kita. Riset dan inovasi adalah tantangan kita, karena fiskalnya terbatas dan riset itu tidak murah. Tapi kita tidak harus melakukan riset terlalu banyak. Cukup kita telaah riset yang sudah ada,” ujar Junda pada Senin 13 Oktober saat memimpin Apel pagi sekaligus rapat internal bersama seluruh pegawai Bapperida Sulbar di ruang RPJMD Kantor Bapperida Sulbar.
Ia menyampaikan bahwa penelaahan riset menjadi langkah strategis yang lebih relevan dan hemat anggaran. Untuk itu, ia mendorong pengajuan formasi untuk fungsional Analis Pemanfaatan Ilmi Pengetahuan dan Teknologi agar hasil-hasil kajian yang telah tersedia bisa dimanfaatkan secara maksimal. Junda juga membuka peluang kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), khususnya dalam pengembangan riset komoditas unggulan Sulbar.
Lebih lanjut, Junda menekankan pentingnya diseminasi hasil penelitian agar dapat dioperasionalkan dalam kebijakan dan program pembangunan.
“Hasil riset itu belum operasional kalau tidak dilakukan diseminasi. Kalau tidak operasional, maka tidak detail. Akibatnya, intervensi berdasarkan survei bisa meleset. Ini yang harus kita tingkatkan,” tegasnya.
Dalam konteks perencanaan, Junda menjelaskan bahwa penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dimulai dari analisis yang dilakukan pada bulan Desember dan Januari, berdasarkan evaluasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), kinerja, dan capaian pembangunan. Kajian-kajian tersebut, baik empiris maupun teoritis, menjadi dasar dalam merumuskan arah pembangunan tahun berikutnya.
“Kajian-kajian sangat diperlukan. Saya harap Pak Awal segera lakukan penyesuaian bersama tim bidang riset dan inovasi. Kita harus objektif, meskipun sumber daya manusia terbatas, maka kita manfaatkan hasil – hasil riset yang sudah ada.” ujar Junda kepada kepada Musra Awaluddin yang baru saja dilantik sebagai Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah (RIDA) pada Jumat lalu (10/10/2025).
Junda juga mendorong perubahan pola kerja di lingkungan RIDA, termasuk membuka ruang kerja sama dengan perguruan tinggi untuk pelaksanaan survei dan kajian. Ia mengutip pernyataan Deputi Riset dan Inovasi Daerah BRIN yang menyarankan perubahan mindset kerja sebagai kunci percepatan penyelenggaraan pemerintahan.
“Kalau mau survei, kerja sama saja dengan pihak ketiga. Kita ubah cara kerja dan cara berpikir kita, tidak perlu melakukan riset tapi menelaah hasil – hasil riset yang sudah ada. Banyak-banyak membaca hasil riset, lalu berikan rekomendasi yang layak digunakan.” pungkasnya.
Arahan ini menjadi penanda bahwa Bapperida Sulbar tengah memperkuat fondasi riset dan inovasi sebagai bagian integral dari perencanaan pembangunan yang berbasis bukti, efisien, dan berdampak nyata bagi masyarakat.