
MAMASA – Akses yang menghubungkan Kecamatan Mambi dan Kecamatan Bambang, Kabupaten Mamasa, masih lumpuh total akibat material longsor masih menutupi jalan.
Tanah longsor menutupi jalan di Desa Rantepalado, Kecamatan Bambang.
Warga resah akibat jalan tersebut merupakan satu-satunya akses keluar masuk dari Bambang. Aktivitas ekonomi masyarakat pun tidak berjalan.
Terlebih lagi, alat berat belum tampak di lokasi meskipun bencana longsor sudah masuk hari ketiga.
“Ini kami setengah mati, mau ke pasar untuk jual hasil bumi dan belanja kebutuhan tidak bisa,” ungkap Andri, warga Rantelemo, Kecamatan Bambang, Jumat, 24 Mei 2024.
Dia berharap pemerintah daerah segera mengirim alat berat agar akses jalan bisa terbuka.
Sebelumnya, Muh. Zain mengeluarkan Keputusan Bupati Mamasa Nomor: 360/KPTS-111/V/2024 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Tanah Longsor di Kecamatan Mambi, Kecamatan Aralle, Kecamatan Bambang, dan Kecamatan Rantebulahan Timur Kabupaten Mamasa.
Status tanggap darurat bencana tersebut berlaku selama 14 hari, sejak 22 Mei hingga 4 Juni 2024.