
Manokwari (ANTARA) – Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup pemerintah provinsi setempat untuk menjadi orang tua asuh bagi anak penderita stunting sebagai upaya percepatan penurunan prevalensi stunting di daerah tersebut.
Hal tersebut dicontohkan mantan Kapolda Papua Barat itu dengan mengangkat lima orang anak penderita stunting di Kabupaten Teluk Bintuni, pada pekan lalu.
“Lima anak stunting ini saya angkat jadi anak asuh saya. Setiap bulan lewat kader saya bantu Rp500 ribu per anak, nanti kader kesehatan mereka yang bantu menyiapkan makanan bergizi untuk diberikan kepada anak-anak ini,” kata Paulus Waterpauw di Manokwari, Senin.
Dia menawarkan kepada pimpinan OPD dan ASN Pemprov Papua untuk ikut menjadi orang tua asuh bagi anak penderita stunting dengan memperhatikan langsung tumbuh kembang dan kebutuhan gizinya.
“Maukah saudara tergerak hati mengasuh anak-anak Papua yang stunting karena orang tuannya tidak sanggup, Secara kemanusiaan bantuan bapak ibu ASN untuk menjadi orang tua asuh sangatlah membantu mereka,” kata dia lagi.
Menurutnya, dengan peran semua pihak meskipun perhatian tersebut dalam lingkup kecil namun akan sangat berdampak pada penanganan stunting di daerah.
Tawaran tersebut belum mendapat sambutan baik dari ASN Papua Barat secara keseluruhan, hanya beberapa kepala dinas yang menyanggupi dan siap menjadi orang tua asuh.
“Jadi jangan hanya mau menerima saja. Kalau mau Tuhan berkati harus mampu memberi. Saya lihat dari tadi saat tanya saya bisa katakan bapak ibu tidak punya jiwa memberi,” lanjut dia.
Ia menambahkan, jika stunting tertangani secara baik maka kemiskinan ekstrem juga akan ikut teratasi, karena korelasi kedua permasalahan sosial tersebut sangat erat kaitannya.
“BPS mendefinisikan, jika pengeluaran masyarakat di bawah 10,793 ribu rupiah per hari atau jika di kalkulasi di bawah Rp322 ribu maka masuk dalam kategori miskin yang menyebabkan anak di keluarga tersebut akan kekurangan gizi,” sebut dia.
Diketahui, prevalensi stunting di Papua Barat saat ini mengalami kenaikan sebesar 3,8 persen, dimana pada tahun 2021 sebesar 26,2 persen menjadi 30,0 persen di tahun 2022. Sedangkan target nasional berdasarkan arahan presiden penurunan angka stunting harus di bawah 14 persen di tahun 2024.