
MAMUJU – Puluhan massa yang menamakan diri Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Merdeka Sulbar menggelar aksi demonstrasi menyoroti kinerja Bawaslu Mamuju.
Mereka melakukan aksi di DPRD Sulbar untuk meminta dukungan legislator provinsi, terkait aduan ke Bawaslu RI.
“Kami meminta dukungan melalui rekomendasi DPRD Provinsi Sulbar untuk mengadukan kinerja Bawaslu Mamuju ke Bawaslu RI,” ujar koordinator aksi, Andriawan.
Adapun kinerja Bawaslu Kabupaten Mamuju yang disorot ialah penindakan terhadap dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan Camat Kalumpang, Bram Tosuli.
Video dan screenshot percakapan WA Bram viral di media sosial. Dia mengisyaratkan dukungan terhadap salah satu paslon di Pilkada Mamuju dan Pilgub Sulbar.
Belakangan, kasus ini dihentikan oleh Sentra Gakkumdu karena dinilai tidak cukup bukti.
Pada aksi yang dilakukan Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Merdeka, ada 10 anggota DPRD Sulbar yang menandatangani pernyataan dukungan.
Dari 10 tersebut, terdaftar Ketua DPRD Amalia Fitri dan Wakil Ketua Munandar Wijaya.
Ada 3 poin pernyataan yang disepakati DPRD Sulbar, yakni:
- Agar Bawaslu lebih profesional menjalankan tugas dengan mempertegas pengawasan dalam pilkada dan menindak tegas yang melanggar.
- Bawaslu konsen untuk sementara melaksanakan tugasnya mengawasi dan melaporkan ASN yang tidak netral dan ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.
- Bawaslu harus transparan dalam penggunaan anggaran, baik yang bersumber dari APBD, maupun APBN.