MAMUJU – Ketua Purna Prakarya Muda Indonesia (PPMI) menyoroti kinerja Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sulbar Safaruddin.
Safaruddin diduga sarat nepotisme dalam kebijakannya.
Ketua PPMI Sulbar, Saiding, membeberkan dua alasan dugaan tersebut disematkan kepada Kadispora Sulbar.
Alasan pertama, kegiatan jambore pemuda daerah atau JPD yang dilaksanakan Dispora Sulbar tahun 2024 ini.
Kegiatan bernilai Rp 200 juta itu, kata Saiding, dikelola bersama oleh Event Organizer (EO) dan Dispora Sulbar.
EO pada kegiatan JDP adalah TNBT, lembaga yang dipimpin Heril, asisten Kadispora Safaruddin.
“Kegiatan yang menelan anggaran ratusan juta rupiah tersebut diduga kuat dikelola oleh EO yang direkturnya adalah orang di badan Kepala Dinas dispora Sulbar Safaruddin,” kata Saiding, pekan kemarin.
Dalam perjalanannya, Dispora mengeluarkan surat nomor B/400.5.5.63/2024 kepada peserta JPD di enam kabupaten.
Isinya di antaranya adalah meminta peserta menanggung biaya perjalanan dari tempat masing-masing, dan membawa sendiri bahan material yang akan digunakan di tempat kegiatan.
Saiding pun mempertanyakan anggaran Rp 200 juta jika nyatanya peserta yang menanggung semua keperluan kegiatan.
“Transportasi dari kabupaten ke provinsi dibebankan kepada peserta dan pendamping. Padahal anggaran dari kegiatan tersebut sebesar 200 juta rupiah. Peserta juga dibebani dengan membawa tenda masing-masing karena peserta tidak menginap di hotel.
Jadi mau dikemanakan dana 200 juta itu,” herannya.
Masalah ini telah diklarifikasi oleh Heril.
Dilansir dari Sulbaronline.com, Heril meminta maaf atas kekeliruan kepada PPMI.
“Kami sebagai Event Organizer TNTB, selaku pelaksana kegiatan Jambore Pemuda Daerah tingkat Sulawesi Barat, ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Pengurus PPMI terkait kekeliruan dan miscommunication yang terjadi dalam persiapan pelaksanaan kegiatan ini,” ucap Heril, Senin (14/10/24).
Menurut Heril, pihaknya menyadari adanya ketidaksesuaian antara surat permintaan peserta, khususnya terkait transportasi dengan hasil rapat pertama yang berlangsung pada tanggal 28 September 2024 di Kantor Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Sulbar bersama pihak terkait.
“Pada rapat tersebut, Ketua PPMI telah mengajukan permohonan agar transportasi peserta dapat diakomodir. Namun, hal ini tidak tersebut kan dalam surat edaran. dikarenakan beberapa pertimbangan terkait pelaksanaan kegiatan,” ungkapnya.
Meski demikiqn, Heril mengaku, pihak EO berkomitmen untuk menjadikan situasi ini sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan di masa mendatang.
“Dengan ini, kami memastikan bahwa pelaksanaan kegiatan JPD akan terus berjalan sesuai rencana. Transportasi bagi peserta akan sepenuhnya menjadi tanggung jawab EO TNTB dan Dinas Pemuda dan Olahraga untuk menjamin kelancaran kegiatan,” jelasnya.
Poin kedua kuatnya dugaan nepotisme di tubuh Dispora Sulbar, menurut Saiding, utusan Pekan Kreativitas Pemuda dari Polman yang rencananya mewakili Provinsi Sulbar ke pusat, urung berangkat.
Pemuda tersebut sudah lolos seleksi tingkat provinsi namun tidak diberangkatkan dengan alasan umur sudah melebihi 30 tahun.
Padahal, tahun 2023 lalu Dispora memberangkatkan Heril untuk kegiatan yang sama, padahal usia bersangkutan pada saat itu juga sudah melebihi 30 tahun.
“Tahun lalu Dispora Sulbar memberangkatkan peserta dalam kegiatan Pekan Kreativitas Pemuda yang tak lain adalah anak buah Safaruddin yang bernama Heril. Padahal usianya pun juga sudah lebih dari 30 waktu itu.
Mirisnya regulasi tahun lalu dan tahun ini tidak ada perubahan dalam hal usia peserta.
Tetap berpedoman pada Undang-Undang nomor 40 tentang Kepemudaan,” urai Saiding.
Saiding pun meminta Pj Gubernur Bahtiar Baharuddin agar mengevaluasi Kepala Dispora Sulbar. Dirinya juga mengajak seluruh pihak mengatensi masalah tersebut.
Kadispora Safaruddin saat dikonfirmasi belum memberikan penjelasan terkait masalah utusan pekan kreativitas pemuda tersebut.