MAJENE – Bupati Majene, Dr. H. Andi Achmad Syukri Tammalele, S.E., M.M. ikut hadir dalam pertemuan enam bupati bersama Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Dr. H. Suahrdi Duka, pada 9 April 2026 lalu.
Pada kesempatan tersebut, Andi Syukri memaparkan 10 program yang menjadi usulan Pemkab Majene kepada Gubernur Sulbar.
Usulan tersebut terdiri dari infrastruktur jalan, perumahan, program kesehatan, pendidikan, kebersihan, dan ketahanan pangan.
Andi Syukri berharap Pemprov Sulbar bisa merealisasikan usulan itu pada 2027 mendatang.
“Di rapat tadi (9 April) kami mengusulkan 10 program ke pak gubernur untuk tahun 2027, semoga bisa direalisasikan semua karena memang itu kewenangan provinsi,” kata Bupati Majene.
Adapun 10 program usulan Pemkab Majene kepada Pemprov Sulbar, di antaranya:
- Peningkatan jalan ruas Pallang-Pallang – Bts Tibung, Kecamatan Sendana.
Sebelumnya jalan rusak di ruas tersebut sepanjang 14 km, namun sudah ada intervensi dari Pemprov Sulbar sepanjang 2 km di tahun 2026. Pemkab Majene melalui Dinas PUPR juga sudah melakukan penanganan sepanjang 5 km. Bupati Andi Syukri berharap Pemprov Sulbar dapat mengintervensi sisanya sepanjang 7 km.
- Peningkatan jalan ruas Lomobongan – Pettabeang, Kecamatan Tammero’do.
Seperti ruas jalan di Kecamatan Sendana, ruas Lombongan – Pettabeang ini sebelumnya mengalami kerusakan sepanjang 10 km, namun sudah diintervensi sepanjang 2 km oleh pemprov, dan 5 km oleh Pemkab Majene sendiri. 3 km sisanya menjadi usulan pemkab untuk dibenahi lagi pada tahun 2027.
- Pembangunan rumah korban bencana banjir bandang di Desa Salutambung, Kec. Ulumanda.
Pemkab Majene sudah menyiapkan lahan seluas 1,5 hektar untuk lokasi pembangunan. Pada 2025 lalu, Pemprov Sulbar telah membuat desain rumah, sehingga pihak Pemkab Majene menunggu realisasi pembangunan bisa dilakukan di tahun 2027.
- Pembangunan/rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) di Kel. Baurung, Kec. Banggae Timur.
Dinas Perkimta Majene mencatat ada sebanyak 50 unit rumah membutuhkan peningkatan atau rehabilitasi, dan 20 unit Pembangunan baru.
- Pengadaan dump truck untuk mengangkut sampah.
- Bantuan beasiswa dan seragam sekolah kurang mampu.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Majene, ada sekira 800 siswa yang tercatat kurang mampu dengan estimasi biaya Rp 610 juta.
- Pembangunan tambatan perahu di Desa Tubo, Kec, Tubo.
- Pengadaan alat Kesehatan di Puskesmas Totoli dan Puskesmas Tammero’do.
- Pembangunan kawasan integrated farming system atau sistem pertanian terpadu di Desa Pambo’borang, Kecamatan Banggae.
Kawasan pertanian terpadu ini terdiri dari tanaman hortikultura seperti bawang dan cabai, tanaman pangan padi dan jagung, serta peternakan kambing dan ayam petelur. Lokasi tersebut sudah dikunjungi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada Juli 2025.