
MAMUJU – Perum Bulog Cabang Mamuju mulai menyalurkan beras melalui program stabilitas pasokan dan harga pangan atau SPHP.
Pimpinan Cabang Bulog Mamuju, Muh. Wahyudin mengatakan ada sekira 4 ribu ton beras yang bakal disalurkan ke masyarakat. Stok tersebut berasal dari padi lokal Sulawesi Barat.
“Badan Pangan Nasional sudah mengeluarkan surat perintah untuk menyalurkan beras SPHP sejak Senin (14/7). Tapi itu melalui gerakan pangan murah yang dilakukan dinas Ketapang. Hari ini baru kita mulai salurkan ke pasar-pasar,” ujar Wahyudin di ruang kerjanya, Rabu, 16 Juli 2025.
Dia menjelaskan, beras selama ini masih di tampung di gudang Bulog karena belum adanya perintah dari pemerintah pusat.
“Kami di sini kan cuma operator, jadi harus ada perintah dari pemerintah pusat untuk penyaluran beras,” sambungnya.
Mahyudin menerangkan pihaknya saat ini sudah mulai membagikan beras ke gudang-gudang mitra Bulog di wilayah Pasar Baru Mamuju. “Ada 8 kios di Pasar Baru.”
Harganya sesuai HET adalah Rp 12.500 per kilogram.
Pimpinan Cabang Bulog mengakui masih terus melakukan sosialisasi terhadap pedagang soal harga eceran tertinggi tersebut.
Bulog Mamuju pun masih melakukan verifikasi terkait jumlah gudang mitra di tiga kabupaten, yakni Mamuju, Mateng, dan Pasangkayu.
Mahyudin menegaskan jika ada mitra yang tidak mematuhi aturan soal HET dan berat bersih, maka pihaknya bakal mencabut izin operasional kios tersebut.
“Kita bisa cabut izin operasionalnya,” jelas Mahyudin.