MAMASA – Barisan Milenial Mesakada Pitu Ulunna Salu (BrEM P.U.S) menyoroti dugaan sejumlah aset milik oknum pejabat Mamasa berinisial MS.
Salah satu aset diduga milik MS adalah bangunan “megah” berisi puluhan kamar yang terletak di Jl. Mustafa Dg Bunga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Bangunan tersebut digunakan untuk usaha kos-kosan.
Hal ini pun viral di media sosial Facebook.

Koordinator BrEM P.U.S, Aswin Wijaya mengatakan aset tersebut terbilang tidak wajar bagi seorang ASN.
“Sudah bisa diukur berapa pendapatan ASN. Kami heran, ini pengusaha atau ASN,” ungkap Aswin, Senin, 11 November 2024.
Ia mengatakan usaha diduga milik MS itu sangat kontras dengan kondisi daerah Mamasa saat ini. Defisit anggaran, lanjut Aswin, merupakan masalah serius.
Menurut dia, tidak etis seorang pejabat membangun usaha besar di tengah kondisi daerahnya yang memprihatinkan.
“Ini baru dari sisi moral sebagai pejabat. Kami berharap tidak ada unsur pidana terkait usaha besar milik oknum pejabat,” ungkapnya.
Selain kos-kosan, Aswin pun mendapat informasi jika oknum pejabat tersebut juga memiliki usaha pertambangan di Sulawesi Selatan.
Dirinya juga menyinggung dugaan keterlibatan bersangkutan dalam proyek pembangunan gedung perpustakaan Mamasa tahun 2023. Proyek tersebut bernilai sekira Rp 10 miliar.
“Ada juga soal tambang, dugaan keterlibatan di proyek perpustakaan, ada juga aset daerah berupa kendaraan yang diduga dipakai untuk kepentingan pribadinya,” urai Aswin.
Untuk itu, Koordinator BrEM PUS meminta pihak terkait termasuk aparat hukum mengatensi hal tersebut.
“Ini semua demi tranparansi. Kami tidak melarang pejabat miliki usaha, tapi sebatas wajar, apalagi di tengah kondisi keuangan daerah yang memprihatinkan. Yang bersangkutan harus jelaskan masalah ini,” tegas Aswin Wijaya.
Oknum pejabat MS belum memberi klarifikasi terkait hal ini. Wartawan mencoba menghubungi via WhatsApp tapi nomor bersangkutan tidak aktif.