MAMASA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamasa masih melakukan pendataan korban terdampak banjir di Desa Pangandaran, Kecamatan Tabulahan, Mamasa.
Banjir bandang mengakibatkan puluhan hektar sawah masyarakat Pangandaran tertimbun tanah, pada Sabtu, 30 Oktober 2021.
Bencana tersebut membuat sawah penduduk terancam gagal tanam. Selain itu, akses jalan menuju lokasi tersebut sempat terputus.
Beruntung, tak ada korban jiwa akibat banjir bandang itu.
Menurut Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana BPBD Mamasa, Pasamboan, pihaknya mendata efek yang ditimbulkan bencana tersebut.
“Kita data berapa hektar sawah atau kebun, atau bahkan permukiman yang terdampak, kita serahkan ke Dinas Sosial. Juga kebutuhan air bersih, kita koordinasikan dengan Dinas PU,” kata Pasamboan via telepon, Senin, 1 November 2021.
Ia menyampaikan, ada dua akses jalan menuju Pangandaran yang terputus, yakni jalur Burana-Pangandaran, Kecamatan Tabulahan, dan Busissi-Baruru, Kecamatan Aralle.
Pasamboan menyebut, bencana alam di Desa Pangandaran merupakan tanggung jawab semua pihak.
“Perlu ada kajian dari seluruh stakeholder, mengapa wilayah ini sering terjadi bencana longsor dan banjir,” katanya.
HARLY