BIN Sulbar laksanakan vaksin serentak di lima Kabupaten

Mamuju (ANTARA) – Badan Intelijen Negara (BIN) daerah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melaksanakan vaksinasi COVID-19 secara serentak pada lima Kabupaten di Sulbar.

Kepala BIN daerah Sulbar, Sudadi, di Mamuju, Jumat, mengatakan, BIN Sulbar telah mempersiapkan sebanyak 5.500 dosis vaksin jenis Sinovac untuk mencegah penyebaran pendemi COVID-19.

Ia mengatakan, vaksinasi yang dilaksanakan BIN Sulbar akan akan menjadikan pelajar sejumlah pada sejumlah sekolah maupun masyarakat umum untuk menjadi sasaran vaksinasi.

“Vaksinasi akan dilaksanakan secara “Door to door atau dari rumah ke rumah untuk masyarakat umum sementara untuk pelajar dilaksanakan pada sekolah-sekolah,” katanya.

Adapun sasaran vaksinasi serentak BIN Sulbar pada lima kabupaten, diantaranya di Kelurahan Sinyonyoi, Kecamatan Kalukku dan SMPN 1 Kabupaten Mamuju, sementara di Kabupaten Mamasa dilaksanakan di Kecamatan Tabulahan.

Kemudian di Kabupaten Majene dilaksanakan dilokasi SMPN 1 Majene, sedangkan di Kabupaten Polman titik lokasi Ponpes Nur Ma’arif dan SMKN Kecamatan Campalagian, selain itu  , Kabupaten Pasangkayu yang dilaksanakan di Kecamatan Lariang.

Menurut dia, BIN Sulbar menjadikan pelajar sebagai sasaran vaksinasi, karena pelajar yang telah melakukan vaksinasi di Sulbar dinilai masih rendah. 

Ia menyampaikan, vaksinasi COVID-19 dilaksanakan demi mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity masyarakat.

“Pada Desember 2021 mendatang diperkirakan bakal ada varian baru COVID-19, sehingga antisipasi dilaksanakan dengan mempercepat vaksinasi kepada sasaran vaksin di Sulbar,” katanya.

Berdasarkan data pemerintah, masyarakat yang telah menerima vaksin baru mencapai 35 persen. 

Sehingga Kepala BIN Sulbar mendukung dan melaksanakan program vaksinasi untuk mempercepat capaian vaksinasi pemerintah dengan target 70 persen pada Desember 2021. 

Sementara itu Lurah Sinyonyoi Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju, Abdul Rasyid, menyampaikan terima kasih kepada BIN daerah Sulbar yang telah mendukung dan melaksanakan vaksinasi di wilayahnya.

Begitu juga warga Kelurahan Sinyonyoi, Jamaluddin (63) menurutnya telah banyak informasi Hoax mengenai vaksinasi sehingga dirinya tidak mau mengikuti program pemerintah tersebut.

“Banyak info hoax yang masyarakat takut divaksin, tapi sekarang saya sudah berani berkat adanya yang diberikan pemerintah,” katanya.
 

Leave a Comment