Guru Aniaya Siswa di Tommo, LSM Merdeka Manakarra Sulbar: Harus Ditangani Serius!

MAMUJU – LSM Merdeka Manakarra Sulbar berharap agar kasus penganiayaan oleh oknum guru terhadap siswanya di SMAN 1 Tommo ditangani secara serius.

“Kami mendesak agar kasus penganiayaan terhadap siswi di SMAN 1 Tommo ditangani dengan serius dan tidak dibiarkan berlarut-larut,” kata ketua LSM Merdeka Manakarra Sulbar Andika Putra, Jumat, 18 Oktober 2024.

Baca juga:

Siswa SMAN 1 Tommo Dianiaya Guru, Mengaku Dapat Tamparan hingga Bogem

Dia meminta penegak hukum menyelidiki kasus tersebut dan memberikan hukuman setimpal kepada pelaku penganiayaan.

Menurut Andika, kejadian tersebut sudah mencoreng dunia pendidikan di Mamuju dan Sulbar pada umumnya. Apalagi, pelaku merupakan seorang guru yang harusnya memberi contoh positif kepada generasi bangsa.

“Kasus penganiayaan terhadap siswi di sekolah bukanlah hal yang baru, sering terjadi. Terdengar kekerasan terhadap anak di bawah umur sangat miris sekali, apalagi penganiayaan diduga dilakukan oleh oknum pendidik itu sendiri,” jelasnya.

Dirinya pun mendorong semua pihak, termasuk sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk kolaboratif dalam mencegah kekerasan di sekolah dan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi para siswa.

Selain itu, Andika juga mendesak Dinas Kesehatan Mamuju segera mengevaluasi kinerja puskesmas di Tommo yang enggan memeriksa korban sebagai bukti visum.

“Kemudian pihak puskesmas yang enggan visum korban penganiayaan mesti dievaluasi oleh Dinkes Mamuju, karena ada hak korban yang terabaikan,” tegas Andika Putra.

LSM Merdeka Manakarra Sulbar mengaku akan mendampingi korban untuk melaporkan kasus tersebut di Polresta Mamuju.

Leave a Comment