MAMUJU – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Mamuju bekerja sama Yayasan Pustaka Langgamonar menggelar Workshop Penyusunan Bahan Ajar Berbasis Kearifan Lokal di Hotel Berkah Mamuju, Selasa, 9 November 2021.
Dalam sambutannya, Kepala Disdikpora Mamuju, Jalaluddin Duka mengatakan, kegiatan tersebut sebagai upaya menanamkan pemahaman budaya atau local wisdom pada generasi didik.
Workshop itu dihadiri oleh para guru sebagai peserta.
Jalaluddin menjelaskan, guru bisa melihat apa yang kurang sebagai bahan ajar kearifan lokal di sekolah untuk kemudian dimasukkan dalam buku bahan ajaran nantinya.
Para peserta yang hadir sekitar 23 orang merupakan guru tingkat SD dan SMP di kabupaten Mamuju. Mereka dipilih berdasarkan rekomendasi dari para guru sendiri.
Lebih jauh, Kepal Disdikpora mengingatkan para guru agar tidak mengartikan kearifan lokal dalam perspektif sempit.
Baca juga: Kadispora dan Alumni Hipermaju Diskusi Bahas Pendidikan di Mamuju
“Kita harus melihat potensi-potensi di Mamuju untuk dieksplor ke siswa. Apalagi Mamuju kaya akan budaya dan bisa diperkenalkan ke Indonesia dan seluruh dunia,” urainya.
Sementara Ketua Yayasan Pustaka Langgamonar, Syamsuddin menyampaikan, kegiatan tersebut didorong karena banyak generasi yang cenderung tidak mengenal daerahnya lagi.
“Karena itu kita ingin menanamkan pengetahuan berbasis kearifan lokal kepada siswa tingkat SD dan SMP,” katanya.
Workshop ini akan digelar selama 2 hari, kemudian dilanjut kajian selama 1 bulan.
Jalaluddin menarget buku bahan ajar berbasis kearifan lokal Kabupaten Mamuju bisa terbit Maret tahun depan.
Hadir sebagai pemateri workshop, yakni tokoh budaya Kabupaten Mamuju, Abdul Rasyid Kampil.
HARLY