![]()

Mataram (ANTARA) – Dinas Pertanian Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mulai memberikan izin pemasukan telur luar daerah ke Mataram secara bertahap untuk menyeimbangkan harga dan kebutuhan.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram H Mutawalli di Mataram, Kamis, mengatakan, untuk tahap pertama pemasukan telur dari luar diizinkan sebanyak satu juta butir dari usulan pengusaha sembilan juta butir.
“Jumlah itu, kami prediksi bisa mencukupi kebutuhan masyarakat sampai akhir bulan Oktober ini atau selama bulan Maulid Nabi. Awal bulan November pengusaha kembali mengajukan rekomendasi pemasukan telur,” katanya.
Menurutnya, izin pemasukan telur dari luar daerah tersebut diberikan setelah timnya melakukan survei ke gudang pengusaha telur lokal yang melihat stok sudah mulai berkurang.
“Jadi untuk menstabilkan harga dan memenuhi kebutuhan, kita keluarkan izin rekomendasi pemasukan telur tapi hanya untuk satu juta butir,” katanya.
Sedangkan untuk kebutuhan kegiatan World Superbike (WSBK) yang akan berlangsung pada 19-21 November 2021, katanya, akan diberikan rekomendasi lagi untuk pemasukan sekitar 2-3 juta butir.
Pasalnya, pihaknya memperdiksi kebutuhan telur saat perhelatan akbar WSBK dengan prediksi jumlah penonton 25 ribu, maka kebutuhan telur untuk konsumsi hotel, rumah makan, dan masyarakat umum akan meningkat.
“Karenanya, kita juga memprediksi kebutuhan telur meningkat satu kali lipat dari kebutuhan normal sebanyak 2-3 juta butir telur,” katanya.
Lebih jauh Mutawalli mengatakan, kendati pihaknya telah memberikan izin pemasukan telur dari luar daerah, namun pihaknya tetap berkoordinasi dengan Balai Karantina untuk pengawasan di pelabuhan.
“Telur yang boleh masuk ke Kota Mataram, hanya yang memiliki izin atau rekomendasi dan kami juga awasi secara ketat di tingkat pengusaha agar tidak merugikan petani lokal,” katanya.