Makassar (ANTARA) – Akademisi Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, DR Hadawiah Hatita, MSi. SE mengatakan Hari Sumpah Pemuda kini harus dimaknai sebagai perjuangan pemuda untuk membangun idealisme dan kreativitas.
Hal itu disampaikan Hadawiah di Makassar, Kamis, menanggapi peringatan Hari Sumpah Pemuda 2021.
Ia mengatakan jika dulu pemuda berjuang membela negara dengan senjata dan bambu runcing, kini perjuangan pemuda harus menyesuaikan dengan zamannya.
Saat ini, lanjutnya, anak muda harus menjaga idealisme dan meningkatkan kreativitasnya sebagai generasi Z dalam mempersiapkan dunia era 5.0 atau era digital.
“Jadi pemuda harus memperjuangkan dan membela negara sesuai dengan usianya yaitu era milenial, era informasi berbasis digital,” ujarnya.
Kondisi tersebut juga mempengaruhi budaya dengan peradaban digital sebagai keharusan mutlak. Berkaitan dengan hal tersebut, penting untuk menguasai media digital untuk literasi secara umum.
Selain itu, generasi muda harus mampu memperjuangkan negaranya sesuai dengan budayanya sendiri, sesuai dengan lingkungan dimana mereka berada.
“Bertarunglah sesuai situasi dan tempatnya, lindungi sumber daya alam dari kerusakan, dari dominasi asing agar tidak menjadi penonton di negeri sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, dalam keterangan terpisah dari perwakilan kegiatan kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Arifuddin mengatakan, momen memperingati Hari Sumpah Pemuda sebagai ajang untuk mencerminkan perjuangan pemuda dari masa ke masa.
Dikatakannya, salah satu dasar kampanye tersebut adalah komitmen untuk mengutamakan bahasa Indonesia, namun di sisi lain juga harus melestarikan bahasa daerah sebagai potensi dan kekayaan budaya bangsa.
“Namun menguasai bahasa asing tidak boleh diabaikan, karena untuk menguasai dunia, seseorang harus menguasai bahasa internasional,” ujarnya.
