
MAMUJU – Ketua Cabang PMII Mamuju Refli Sakti Sanjaya menyoroti kinerja Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Sulbar dan Sekolah Polisi Negara (SPN) dalam proses rekrutmen dan pendidikan Bintara Polri.
Hal tersebut terkait kasus pengeroyokan oleh oknum polisi terhadap mahasiswa di Mamuju, pada 1 Januari 2025 lalu.
Baca juga:
Kader Kena Bogem Oknum Polisi, PMII Aksi di Polresta Mamuju
“Kasus ini adalah bukti bahwa Biro SDM Polda Sulbar gagal dalam memastikan pendidikan moral dan tes psikologi saat rekrutmen bintara. Kami menduga kuat bahwa banyak di antara oknum kepolisian yang terlibat aksi premanisme itu tidak lulus dalam tes psikologi dan tidak mendapatkan pendidikan moral dengan baik,” ujar Refli, Jumat, 3 Januari 2025.
Dirinya meminta Kapolda Sulbar bersikap tegas kepada Kepala Biro SDM. “Kalau perlu Karo SDM diganti saja kepada sosok yang lebih tegas dan komitmen dalam memastikan pendidikan moral dan tes psikologi bahwa betul-betul berlangsung secara ketat dalam setiap rekrutmen bintara,” tegasnya.
Ketua PMII Mamuju juga mendesak Mabes Polri mengevaluasi proses pendidikan bintara yang selama ini dilakukan di SPN Mekkatta.
Bagi Refli, hal ini untuk menghindari aksi premanisme yang berkelanjutan dari tubuh Polri.