MAMUJU – Presiden terpilih Prabowo Subianto bertekad membawa Indonesia mencapai swasembada pangan. Ia menargetkan hal tersebut tercapai di tahun keempat Prabowo memimpin.
“Suatu bangsa harus bisa produksi dan memberi makan rakyatnya. Bangsa mau merdeka tidak boleh tergantung pada impor pangan. Saya bertekad untuk swasembada pangan!” tegas Prabowo saat berbicara di forum BNI Investor Daily Summit 2024, Rabu (9/10).
Menurut dia, ketergantungan pada impor pangan memiliki banyak risiko, termasuk saat terjadi krisis seperti pandemi Covid-19.
“Kalau terjadi krisis, bagaimana? Ternyata terjadi krisis, covid. Negara-negara eksportir pangan menghentikan ekspornya,” kata Prabowo.
Swasembada pangan ini ditargetkan paling lambat 4 tahun setelah Prabowo Subianto menjadi Presiden RI.
Prabowo juga menyinggung program Forum Grup Diskusi (FGD) yang hanya bersifat seremonial tanpa ada aksi nyata.
“Ada stunting, ada kelaparan, apa tindakan kita. Tidak usah lagi ada FGD,” ujarnya.
Program swasembada pangan nyatanya sudah diprogramkan di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) oleh Pj Gubernur Bahtiar Baharuddin.
Gerakan menanam yang dicanangkan Bahtiar bukanlah sekadar untuk penghijauan, tetapi sekaligus mencegah bencana dan menjadi sumber gizi bagi masyarakat.
Program tersebut pun sudah mendapat penghargaan dari Media Tempo.
“Kegagalan kita selama ini asal menanam pohon, asal hijau, yang 20 tahun ke depan dibutuhkan dan ditebang. Jadi kita tanam pohon bernilai ekonomi, misalnya sukun, durian, mangga, nangka, aren. Jadi jangan asal hijau tetapi bisa mencegah bencana dan menjadi sumber gizi bagi masyarakat. Itulah bedanya yang saya lakukan dari daerah lain,” kata Bahtiar.
Bahtiar Baharuddin sudah melakukan gerakan yang sama saat dirinya menjabat di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).
Dirinya bersyukur hal ini sejalan dengan program Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto.