MAMUJU – Pj Gubernur Bahtiar Baharuddin mulai menjabat di Sulbar sejak akhir Mei 2024. Ia menggantikan penjabat sebelumnya, yakni Zudan Arif Fakrulloh.
Dirinya masuk di mana program anggaran APBD 2024 sudah berjalan.
Bahtiar pun praktis melaksanakan kegiatan yang sudah tersusun, sembari melakukan sejumlah inovasi tanpa dibiayai APBD.
“Saya masuk akhir bulan Mei, seluruh program kegiatan tahun 2024 direncanakan tahun lalu. Jadi, praktis semua yang terjadi adalah hanya melaksanakan yang ada. Justru sebaliknya kita melaksanakan inovasi program kegiatan tanpa APBD,” ungkap Bahtiar, Minggu, 1 September 2024.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah gebrakannya melalui budidaya pisang cavendish dan sukun.
Baca juga:
Bahtiar Yakinkan Masyarakat Jangan Takut Ambil KUR untuk Pisang Cavendish: Dikawal Sampai Panen!
Selain bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, pisang cavendish, terutama sukun, dinilai sebagai jenis makanan konversi pangan yang sehat.
Pohon sukun juga bermanfaat untuk menahan tanah longsor dan sumber air bersih.
Budidaya dua tanaman tersebut pun, disebut Bahtiar, tidak dibiayai oleh APBD.
” Pohon sukun yang sudah ditanam dan dibagikan kepada masyarakat tidak pakai APBD. Pengadaan cavendish juga tidak satu sen pun pakai APBD,” jelasnya.
Menurut Wakil Ketua DPRD Sulbar Abdul Rahim, Bahtiar Baharuddin memang belum menampakkan hasil selama tiga bulan lebih memimpin Sulbar, namun kebijakannya sudah tepat, menggerakkan birokrasi menunjukkan solusi atas permasalah yang dihadapi.
“Kebijakannya visioner yang mesti dipetik bagi Gubernur terpilih,” kata Rahim.
Ada dua poin yang ditangkap Rahim selama tiga bulan terakhir kepemimpinan Pj Bahtiar. Pertama, menyentuh sektor yang paling utama dalam menyelesaikan permasalahan daerah. Kedua, mengarahkan birokrasi bekerja secara kolaboratif.
“Harus dimaklumi pak Bahtiar masuk menggantikan Zudan dalam kontek standing anggaran semua sudah jalan, semua kebijakan yang berkenaan dengan penggaran semua sudah jalan, sehingga tentu kita tidak bisa berharap banyak pak Bahtiar bisa melakukan sesuatu yang lebih dari sekedar mengawal program dalam APBD,” ucap Rahim.
Walaupun demikian, Pj Bahtiar cepat dalam menemukan sektor yang prioritas untuk disentuh, misalnya penanganan kemiskinan ekstrem, stunting, pengangguran, dan problem lainnya. Pj Gubernur melihat potensi yang mesti dimaksimalkan, baik SDM dan SDA. Kemudian diimplementasikan dalam kegiatan menanam, menebar benih ikan tawar, dan berkolaborasi dalam membuat rumpon buatan dengan forkopimda.