
MAMUJU – Presiden Jokowi akan berkunjung ke Sulawesi Barat (Sulbar). Orang nomor satu itu dijadwalkan tiba di Mamuju, Ibukota Sulbar, pada Senin, 22 April 2024.
Mahasiswa pun menyuarakan berbagai tuntutan kepada Jokowi.
Ketua PMII Cabang Mamuju Refli Sakti Sanjaya berharap ada evaluasi terhadap kinerja Pj gubernur, Kajati, dan Kapolda Sulbar.
Dua pimpinan aparat hukum yang disebut Refli dinilai gagal menegakkan keadilan.
“Mereka telah gagal dalam menegakkan keadilan di tanah Malaqbi Sulbar khususnya di Kabupaten Mamuju dengan bukti bahwa banyaknya kasus, baik itu yang diproses berdasarkan laporan masyarakat maupun temuan langsung, tetapi justru malah tidak jelas kabarnya sampai sekarang,” jelasnya.
Dia meminta Presiden Jokowi mau membuka ruang diskusi dengan mahasiswa.
Sementara itu, Ketua FPPI Pimkot Mamuju, Muh. Irfan mendesak kepada Jokowi agar memperhatikan pengelolaan kekayaan alam Sulbar. Masyarakat harus dilibatkan dalam setiap kebijakan pemerintah.
“Sumber daya alam di Sulbar sangat melimpah, mesti diperhatikan juga mulai dari lautnya hingga tanahnya. Memasukkan investor tentu ini yang dilakukan pemerintah tapi jangan lupa melibatkan masyarakat sekitar karena kadang investor tidak memperhatikan kepentingan masyarakat tapi memperhatikan keuntungannya sendiri,” urai Irfan.
Dirinya pun mendesak pemerintah pusat memperhatikan masalah pendidikan di pelosok daerah, baik itu dari tenaga pendidik hingga infrastrukturnya.
Irfan juga menyorot kebijakan Jokowi selama dua periode memimpin bangsa ini.
“Mengenai UU Cipta Kerja juga yang menguntungkan investor ini perlu dilihat oleh Jokowi, banyak kemudian yang menolak ini karena UU ini tidak berpihak kepada rakyat kecil,” katanya.
Kemudian soal IKN, di mana Sulbar menjadi salah satu penyangga. Menurut Irfan, pemerintah daerah mestinya mempersiapkan segala halnya mulai dari infrastruktur jalan, pembangunan ekonomi untuk peningkatan masyarakat, corak produksi yang harus jelas, serta RTRW Sulbar yang jelas.
Pihaknya juga menyinggung janji Jokowi untuk bantuan rumah di Mamuju pascagempa 2021 lalu.
Bantuan tahap II belum ada hingga saat ini.
Tak ketinggalan, Irfan mengkritik cara pemerintah Sulbar maupun Mamuju yang terkesan panik jelang kunjungan Jokowi.
“Beberapa ruas jalan yang akan dilewati Presiden Jokowi aspalnya ditambal, mungkin tidak dikritisi oleh presiden, ini menandakan bahwa pemerintah kita di Sulbar dan Mamuju masih gagal dalam pembangunan infrastruktur karena yang ditambal hanya jalan yang dilewati Jokowi saja, padahal masih banyak jalan yang berlubang dan rusak, seolah-olah kebusukan dari pemerintah kita untuk pembangunan infrastruktur ingin ditutup-tutupi,” ungkap Irfan.
Hal sama diungkapkan aktivis Mamasa, Riskul. Dia menganggap kunjungan Jokowi ke Mamasa nanti merupakan momentum menyampaikan aspirasi soal kebobrokan Kabupaten Mamasa.