Warga Sorot Proyek Jalan di Aralle Mamasa

MAMASA – Warga menyoroti pekerjaan jalan milik Dinas PUPR Kabupaten Mamasa di Kecamatan Aralle. Proyek jalan tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Reguler tahun

Harly

MAMASA – Warga menyoroti pekerjaan jalan milik Dinas PUPR Kabupaten Mamasa di Kecamatan Aralle.

Proyek jalan tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Reguler tahun 2023 dengan nilai pagu sekira Rp 6,3 miliar.

Tokoh pemuda Aralle, Riskul Nursan Tona, mengatakan, proyek itu merupakan penanganan long segment yang melewati ruas Uhailanu-Ralleanak-Pamoseang.

Menurut Riskul, ada beberapa kejanggalan pada proyek tersebut.

Baca juga:

Mengurai Kejanggalan Proyek PEN PU Mamasa

Pertama, pekerjaan ini menggunakan anggaran 2023 dengan masa kerja 210 hari kalender (Juli-Desember 2023). Namun, kata Riskul, hingga April 2024 proyek belum tuntas.

Selanjutnya, dia menyinggung penimbunan jalan oleh penyedia jasa yang hanya sampai desa Ralleanak.

“Padahal proyek ini kan lewati tiga desa, Uhailanu, Ralleanak, dan Pamoseang. Tapi pekerjaannya ini hanya sampai Desa Ralleanak, yang ditimbun untuk badan jalan,” ujarnya.

Selain itu, diduga ada penyalahgunaan anggaran dalam salah satu item proyek, yakni pembuatan drainase.

Baca juga:

BrEM P.U.S Pertanyakan Laporan Dugaan Korupsi Dana PEN Mamasa di Kejati

Riskul mengatakan, dalam dokumen kontrak yang dia temukan, ada biaya untuk pembuatan drainase. Namun pihak penyedia hanya “memoles” kembali drainase yang sudah ada sejak tahun 2019.

“Jadi drainase yang dibangun tahun 2019, itu kembali yang dibersih-bersihkan, tinggal dipoles-poles. Padahal ada di kontrak itu, salah satu item, ada biaya drainase,” jelas dia.

“Yang dikerja penyedia itu hanya dekker, gorong-gorong, kemudian jalanan yang sebatas ditimbun,” sambungnya.

Dia berharap Pj Bupati Mamasa dan dinas terkait memperhatikan hal ini.

Riskul pun mendesak aparat hukum ikut mengatensi masalah proyek jalan tersebut.

Sementara itu, Kadis PUPR Mamasa, Oktovianus Masuang memastikan pekerjaan sudah sesuai perencanaan.

Panjang penanganan jalan sesuai desain, lanjut Oktovianus, memang hanya Uhailanu-Ralleanak.

“Kalau Uhailanu-Ralleanak-Pamoseang itu kan nama ruas, tapi penanganan yang ditangani sesuai kontrak adalah Uhailanu-Ralleanak,” jelas Kadis PUPR Mamasa via pesan WhatsApp, Minggu, 31 Maret 2024.

Dirinya menegaskan bahwa jenis pekerjaan sudah sesuai desain dalam kontrak. “Tidak ada yang istilahnya hanya dibersih-bersihkan.”

Terkait keterlambatan progres pekerjaan, dia mengaku sudah memanggil pihak rekanan untuk dievaluasi.

Dinas PUPR akan menghitung denda berdasarkan volume dan bobot.

“Itu akan dihitung nantinya berdasarkan volume yang bobot/volume yang terlambat x 1/1000,” terang Oktovianus Masuang.

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer