Wamentan: Manokwari terus bergerak jadi lumbung ketahanan pangan

Manokwari (ANTARA) – Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi menyebut Kabupaten Manokwari saat ini tengah terus bergerak menjadi lumbung ketahanan pangan di Provinsi Papua Barat.

“Kita lihat sendiri secara langsung Manokwari sudah terus bergerak. Saya berharap kabupaten lain juga menyusul,” kata Harvick di Manokwari, Sabtu.

Ia mengatakan, Kabupaten Manokwari memiliki banyak sekali komoditas tanaman pangan karena secara geografis Manokwari merupakan salah satu daerah yang efektif dan baik untuk produksi pertanian.

“Dari mulai zaman dulu sampai sekarang memang pertanian di Manokwari cukup baik. Basis pertanian cukup kuat di sini cuma tinggal tingkatkan peternakan-nya,” ujarnya.

Ia mengatakan, Kementan memberikan perhatian serius terhadap daerah-daerah di Indonesia untuk mengembangkan pertanian. Struktur Kementan yang besar, memiliki lima direktorat jendral dan dua badan dikerahkan untuk membuat program berkelanjutan di Manokwari.

Ia meminta, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait seperti Dinas Pertanian dan Peternakan Manokwari proaktif berkomunikasi dengan Kementan. Pihak perbankan dan Bank Indonesia juga diminta dapat memperlancar penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) bagi petani dan peternak di Manokwari.

“Sektor pertanian ini memang diperhatikan secara utuh dan benar-benar secara ideal ingin dibangkitkan kembali sehingga Indonesia benar-benar menjadi Merdeka pangan. Yang penting kita aksi sekarang, agar tercapai semua kemakmuran khususnya di Manokwari dan juga Papua Barat,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian Manokwari, Kukuh Saptoyudo saat menjelaskan kondisi pertanian di Manokwari pada Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolb didampingi Pj Gubernur Papua Barat, Ali Baham Temongmere dan Bupati Manokwari Hermus Indou di Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Sabtu (ANTARA/Ali Nur Ichsan)

Kepala Dinas Pertanian, Hortikultura, Perkebunan, Peternakan dan Ketahanan Pangan Manokwari Kukuh Saptoyudo mengatakan, potensi pertanian dan perkebunan di Manokwari begitu luar biasa.

Kabupaten Manokwari memiliki perkebunan sawit ada seluas lebih dari 22 ribu hektar. Selain itu, Manokwari juga memiliki perkebunan kakao, kelapa sawit, kelapa dalam, pinang dan kebun kopi arabika di dataran tinggi. Bahkan kualitas kopi Manokwari sudah teruji dan memiliki kualitas premium.

Namun yang masih menjadi permasalahan adalah Kabupaten Manokwari kekurangan tenaga penyuluh pertanian. Dengan begitu besar luas pertanian dan perkebunan, Manokwari hanya memiliki 173 orang penyuluh.

“Dari 173 penyuluh 64 orang adalah penyuluh swadaya, sisanya penyuluh ASN yang masih sangat sedikit. Kita butuh penambahan penyuluh banyak sekali,” kata Kukuh di hadapan Wamentan.
 

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )