Pertamina dan wartawan Maluku-Papua gelar pertemuan media di Bali

Jayapura (ANTARA) – Selama empat hari tiga malam, PT Pertamina MOR VIII ‘manjakan’ puluhan wartawan asal Maluku dan Papua (Malupa) atau tepatnya dari Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat dengan menggelar media gathering atau pertemuan media di Legian, Kabupaten Badung, Provinsi Bali.

Terhitung ada 61 wartawan dari media cetak dan elektronik terlibat dalam kegiatan yang digelar pada Kamis (31/10) hingga Minggu (3/11), yang dikemas dengan beragam acara, diantaranya pertemuan media, gala dinner, outbond hingga menikmati ‘sun set’ di Tanah Lot.

Beragam kegiatan tersebut, dipandu oleh Agnes Mo Agustin dan kawan-kawan dari Sri Radja Tour & Travel, atau pihak ketiga yang digandeng oleh Pertamina untuk mendampingi puluhan wartawan asal timur Indonesia itu menikmati keindahan alam pulau Dewata.

Di hari pertama kegiatan, puluhan wartawan yang datang dari berbagai daerah itu berkumpul di loby White Rose Kuta Resort Villas untuk menerima dan mendengarkan sejumlah arahan serta petunjuk selama kegiatan, termasuk pembagian kaos untuk outbond dan kunci kamar tidur.

Dari Papua ada empat rombongan yakni dari Kota Jayapura, Kabupaten Mimika, Kabupaten Merauke dan Kabupaten Biak yang berjumlah sekitar 25 hingga 30 orang wartawan, sisanya dari Maluku, Maluku Utara dan Papua Barat.

Sejumlah wartawan dari Kota Jayapura setelah mendengarkan arahan kegiatan memilih jalan-jalan sore menyusuri Legian hingga berakhir di Pantai Kuta menikmati ‘sun set’ dihari pertama kegiatan, sementara rombongan lainnya juga melaksanakan hal yang disekitar Kuta, bahkan ada yang membeli kaos dan celana ala turis.

Di Pantai Kuta, memang terlihat beda jika kita bandingkan dengan destinasi wisata pantai yang ada di Kota atau Kabupaten Jayapura. Disana, bibir pantainya dimanfaatkan dengan baik oleh para pedagang kaki lima dengan menjajakan beragam minuman ringan hingga bir dan kelapa muda.

Sejumlah kursi plastik ditata rapi menghadap kearah laut dengan payung besar ditengah atau didepan kursi. Kursi itu sengaja disediakan untuk para pengunjung yang ingin menikmati ‘sun set’ ataupun sekedar melepas lelah dibibir pantai.

Selain tersedia minuman ringan, ada juga yang menjajakan dagangan seperti bakso, souvenir dan yang mungkin belum ada ditempat wisata di Papua adalah jasa pijit, anyam rambut dan tato temporer.

Dan yang membuat para pengunjung begitu betah dan benar-benar merasakan suasana pantai adalah tidak adanya pungutan liar, seperti kebanyakan yang ditemui oleh pengunjung di wisata pantai di ibu kota Provinsi Papua. Benar-benar menghadirkan kenyamanan untuk para pengunjung atau turis.

Pada hari kedua kegiatan, atau tepatnya pada Jumat (1/11) pagi hingga siang digelar pertemuan media yang dipimpin oleh General Manager Pertamina MOR VIII Maluku-Papua 2019, Gema Iriadus Pahlawan didampingi sejumlah petinggi BUMN tersebut.

Disini Gema menjelaskan berbagai persoalan yang dihadapi oleh Pertamina mulai dari stok bahan bakar minyak (BBM), pendistribusian, BBM Satu Harga hingga terkait CSR dari Pertamina.

“Pertamina sangat terbantu dengan pemberitaaan dari rekan-rekan wartawan atau media dari Malupa, baik yang bersifat kritik dan juga kegiatan kami. Tentunya, saya menyampaikan terima kasih rekan-rekan wartawan bisa hadir disini mengikuti media gathering, semoga ini bermanfaat,” kata Gema.

Disela-sela pertemuan media ini, Gema mengusulkan agar rekan-rekan jurnalis bisa menikmati keindahan Bali dengan pakaian yang casual atau santai. Intinya, kata dia, melepas rutinitas sebagai kuli tinta dan melupakan sejenak pekerjaan, selagi masih di pusat wisata.

“Sebenarnya saya kesini ingin pakai kaos, tapi setelah lihat teman-teman pakai formal, maka gak jadi. Tapi saya mau sarankan agar kita lebih santai lagi, nanti setelah istirahat siang rekan-rekan bisa memakai kaos. Oh, iya nanti dibagikan kemeja yang santai,” kata Gema disambut tepuk tangan oleh puluhan jurnalis.

Roberth Vanwi, salah satu peserta dari Kota Jayapura mengaku ‘surprise’ dengan gaya dan penyampaian dari GM Pertamina tersebut.

Menurut dia, petinggi Pertamina wilayah timur Indonesia itu benar-benar memahami situasi yang dialami oleh wartawan.

“Yah, beliau (Gema Iriadus Pahlawan,red) benar-benar tahu tentang kami, wartawan yang butuh refreshing sejenak dari berbagai rutinitas, apalagi di Papua dalam dua bulan terakhir ini cukup melelahkan, menguras energi. Ibarat komputer, butuh di restrat,” katanya mengumpamakan.

Usai, pertemuan media, malam harinya digelar Gala Dinner disamping kolam renang White Rose Kuta Resort Villas yang mulai dipenuhi para turis asing yang juga menginap ditempat tersebut. 

Disini, wartawan diajak untuk berjoget dan bernyanyi serta menikmati suguhan tari api oleh kelompok penari asal Bali yang telah disiapkan oleh Sri Radja Tour & Travel.

Para petinggi Pertamina MOR VIII juga didaulat untuk ikut bernyanyi dan berjoget, selain dari kelompok wartawan. Untuk wartawan yang ikut menyumbangkan lagu dan dinilai bagus, diberikan sovenir. Salah satunya, Irsya Yoku, dari TVRI Lensa Papua yang menerima souvenir dari pihak ketiga yang digandeng oleh Pertamina.

Gala Dinner itu juga semakin asyik, karena ada doorprize yang diberikan oleh pihak ketiga. Dari Papua, Roberth Vanwi dan Wiwik yang ketiban rejeki tersebut.

“Asyik, seru banget. Terima kasih Pertamina,” kata Wiwik, jurnalis muda Kabarpapua.co yang berhijab ini.

Sabtu (2/11) pagi, rekan-rekan wartawan diajak outbond ke salah satu desa di Ubud, Kabupaten Badung dengan menggunakan bus.

Tepatnya di Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, rekan-rekan wartawan diajak Outbond oleh Agnes Mo Agustin dan mentor Outbond Ngurah Gecko.

Disini, para wartawan diajak untuk berkolaborasi dalam beragam permainan untuk meningkatkan konsentrasi dan kekompakkan serta sedikit ketangkasan yang membutuhkan kerja sama tim untuk meraih tujuan.

Setelah itu, rombongan para kuli tinta itu diajak ‘road show’ ke Tanah Lot dengan menggunakan kendaraan klasik jenis VW Safari, salah satu kendaraan yang paling terkenal pada masa perjuangan dulu atau pada masa Perang Dunia Ke-II.

Namun, sebelumnya rombongan awak media dan Pertamina MOR VIII makan siang bersama dengan menu ala Bali, yang kemudian diakhiri dengan berpose bersama sebelum berpindah ke distinasi wisata lainnya. 

Tercatat, ada sekitar 20 kendaraan roda empat VW Safari yang disediakan oleh Pertamina dan pihak ketiga untuk membawa awak media ke Tanah Lot untuk menikmati ‘Sun Set’. Lama perjalan dari Ubud ke Tanah Lot, kira-kira sejam lamanya.

Salah satu pemilik Volkswagen Type 181 ‘Kurierwagen’ atau dikenal dengan sebutan VW Safari, berwarna merah dengan nomor polisi DK 520 UB, adalah Bli Yudha. Mobil keluaran Jerman tersebut, sengaja diciptakan untuk keperluan militer yang diproduksi sekitar tahun 1969 hingga 1981.

Pengakuan bli Yudha, VW miliknya itu pernah mengantarkan Ahok, Najwa Shihab dan Giring Nidji selama libur atau tour di Bali pada beberapa waktu lalu. “Iya, mobil ini pernah membawa Ahok, Giring Nidji dan Najwa Shihab selama di Bali,” kata Yudha, sambil menyetir.

Ketika sampai di Tanah Lot, beberapa awak media yang paham dan mengenal VW Safari merah milik Bli Yudha, tidak meninggalkan momentum untuk berpose bersama.

Beatrix Ibo, pemilik dan pengelola Tvpapua.com langsung berpose bersama dengan Bli Yudha. “Ini mobil (VW Safari) dipakai samai Ahok loh,” katanya kepada rekan-rekan wartawan lainnya.

Selama di Tanah Lot, rombongan wartawan Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat langsung mencari spot-spot foto yang terlihat lowong, karena padatnya pengunjung. Ada juga yang terlihat memanfaatkan momentum untuk berpose bersama turis, selain menunggu ‘Sun Set’.

Tanah Lot memang begitu indah. Lokasi tersebut ditata rapi, sesuai dengan kearifan lokal setempat. Ada Pura di pulau yang hanya dipisakan ketika air laut sedang pasang. Namun, ketika rombongan wartawan Malupa kesana, saat itu air sedang surut.

Momentum ini, digunakan untuk berpose bersama dengan latar belakang Pura diatas pulau kecil yang indah.

Rustam Madubun, pemimpin dan pemilik Papuadalamberita.com mengaku Tanah Lot memang indah, apalagi ditata dengan rapi dan dijaga oleh warga setempat.

“Selain pemandangan yang indah, penataan lokasi ini juga sangat mendukung,” kata Rustam yang didamping rekannya Irsye Simbar.

Outbond pada Sabtu pekan kemarin itu, diakhiri dengan makan malam bersama di Bale Udang, salah satu restauran terkenal yang ada di Bali.

Dihari terakhir atau Minggu (3/11), rekan-rekan media diajak jalan-jalan ke sejumlah lokasi wisata lainnya, diantaranya ke Tanjung Benoa dan ke Pulau Penyu serta berakhir makan malam di bibir pantai Jimbaran, tak jauh dari Bandara Internasional Ngurah Rai.

“Harapannya rekan-rekan wartawan menikmati acara selama kegiatan di Bali,” kata Unit Manager Communication, Relations & CSR MOR VIII Maluku-Papua PT Pertamina, Brasto Galih Nugroho didampingi stafnya Cici Pelu dan Gayuh usai makam malam. 

Menurut dia, kegiatan tersebut telah dilaksanakan dalam empat tahun terakhir ini yang bertujuan untuk meningkatkan sinergitas sesama awak media dan Pertamina.

“Jika sebelumnya kami gelar di Jogya dan Malang. Dan ini kali keduanya di Bali. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat kepada rekan-rekan wartawan dan sekaligus apresiasi Pertamina kepada media yang selama ini telah banyak membantu memberitakan hal yang positif kepada masyarakat,” ujarnya.

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )