Perpusnas perkuat 100 pengelola perpustakaan sekolah

Ternate (ANTARA) – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) intensif memperkuat sumber daya manusia (SDM) tenaga pengelola perustakaan sekolah melalui kegiatan bimbingan tekhnis yang diikuti oleh 100 tenaga pengelola perpustakaan di Kota Ternate dan Kota Tidore Kepualauan, Maluku Utara, Selasa.

“Kami perkuat SDM perpustakaan yang tersebar di sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menangah atas (SMA) dan madrsah aliah (MA) dari Kota Ternate dan Kota Tidore Kepualauan,” kata Plt Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Maluku Utara Rahwan K Suamba di Ternate.

Menurut Rahwan, kegiatan bimtek tersebut merupakan kegiatan Perpustakaan Nasional bekerja sama dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Maluku Utara dengan tujuan meningkatkan keterampilan teknis pengelola perpustakaan sekolah.

Ia menjelaskan bimbingan teknis difokuskan pada sejumah materi dasar, seperti pengembangan koleksi, pengorganisasian informasi, layanan perpustakaan, perawatan dan pelestarian bahan perpustakaan, peningkatan minat dan gemar membaca dan aplikasi teknologi informasi untuk perpustakaan.

“Saat ini, perpustakan telah mengikuti perkemnbagang Tekhnologi Informasi 4.0, maka Perpustakaan Nasional pada Tahun 2019 meningkatkan pelayanan melalui program Tranfomrasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di seluruh Indonesia, termasuk di Provinsi Maluku Utara,” katanya.

Oleh karena itu, perpustakaan sekolah juga harus mampu menciptakan inovasi-inovasi baru yang relevan dengan kondisi sekolah sehingga perpustakaan sekolah tetap menjadi idola para pemustaka (pelajar/siswa).

Bimbingan teknis tersebut dilaksanakan selama tiga hari sejak tanggal 25 hingga 27 November 2019 dengan menghadirkan narasuber dari Perpustakaan Nasional dan Dinas Kerasipan dan Perpustakaan Provinsi Malut.

Selain itu, berupaya meningkatkan gemar membaca bagi pelajar dan masyarakat dalam momentum bulan bahasa melalui program inovatif dan terukur.

“Kami akan transformasikan dengan menjadikan perpustakaan saat ini tidak hanya menyediakan buku, tetapi program-program berbasis sosial, karena bisa meningkatkan animo siswa dan masyarakat untuk berkunjung ke perpustakaan,” kata Rahwan.

Dia menyatakan, saat ini, pihaknya tengah lakukan finalisasi konsep penguatan pelayanan perpustakaan, setelah ini akan disampaikan ke publik agar bisa diterapkan.

Olehnya itu, Rahwan berharap, adanya sinergitas data dari 10 kabupaten/kota dan jurnalis yang setiap harus menyediakan berbagai berita untuk dibaca khalayak, sehingga diharapkan media bisa berpartisipasi dan sosialisasikan dalam masyarakat gemar membaca.

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )