Pemprov Malut belum bayar puluhan miliar DBH ke Halut

admin

Ternate (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Utara (Halut) menyatakan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) hingga saat ini masih menunggak dan belum membayar puluhan miliar Dana Bagi Hasil (DBH) yang seharusnya diterima kabupaten itu.

“Mengendapnya anggaran tersebut sangat mempengaruhi keuangan daerah Pemkab Halut ,” kata Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) setempat, Mahmud Lasidji di Ternate, Jumat.

Dia mengatakan, lambatnya setoran DBH sampai saat ini baru ada pada kisaran 30 dari 100 persen DBH yang patut di terima pemkab Halut.

“Memang, untuk tahun 2019 saja sumber dana dari DBH itu mencapai Rp 46 miliar sesuai target yang ditetapkan yang harus di bagikan Pemerintah Provinsi ke Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, namun kenyataannya yang dibayarkan ke Halmahera Utara baru Rp 14 miliar bayangkan berapa persen saja kita menerima DBH ini,” ujarnya.

Selain itu, semestinya Pemprov Malut harus mengcover seluruh data per triwulan agar realisasi DBH bisa di kucurkan secara periodik ke pemkab.

Apalagi, untuk Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Permukaan (P3AP) sampai saat ini belum realisasi sama sekali untuk triwulan 1 tahun 2019.

“DBH ini salah satu penunjang pembangunan juga, inikan pajak dari masyarakat, Ini kan tidak pernah ada rekonsiliasi data, makanya kabur dan tidak jelas. Padahal surat sudah kami sampaikan tapi tidak ada respon,” ujarnya.

Mahmud berharap, tahun 2020, Pemerintah Provinsi melalui Kepala Dinas Keuangan Provinsi dapat merubah cara kerja, agar transparansi dalam mekanisme DBH Provinsi ke Kabupaten/Kota sehingga tidak ada kendalam dalam distribusi anggaran tersebut ke Pemkab.

“Dalam kegiatan-kegiatan resmi pemerintah daerah selalu disampaikan kaitan dengan transparansi keuangan, mekanisme dan lain-lain. Kami berharap ketidakjelasan ini harus segera diakhiri. DBH Provinsi ke Kabupaten Halmahera Utara untuk kepentingan masyarakat harus dicairkan dalam waktu dekat dan masalah ini agar kiranya bersama-sama dicarikan solusi,” katanya.

Tags

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer