Menengok keindahan taman bersejarah Kenrokuen Kanazawa

admin

Kanazawa (ANTARA) – Taman Kenrokuen Kanazawa merupakan salah satu dari tiga taman bersejarah di Jepang yang memiliki nilai historis tinggi dan menampakkan keeksotisan sama seperti dua taman Konrukuen lainnya di Mito dan Okayama. 

Terdapat danau berukuran kecil dan bangunan khas Jepang yang dahulu dijadikan sebagai tempat untuk memantau oleh pemimpin Negeri Sakura itu.

“Taman itu dibangun pada jaman pemimpin Maeda,” kata pemandu wisata asal Indonesia Rosediana di Kanazawa, Jepang, Senin.

Rosediana mengatakan Konrukuen itu dibangun di dataran tinggi dengan tujuan agar pemimpin Maeda dapat melihat situasi dan aktivitas masyarakat di tengah kota.

Taman yang dibangun oleh keluarga Maeda saat berkuasa pada medio 1800-an itu, berukuran seluas 12 hektar dan difungsikan sebagai taman di luar Kanazawa Castle.

Ketika keluarga Maeda masih berkuasa, taman Konrukuen tersebut tidak dibuka untuk umum karena hanya diperuntukkan untuk anggota keluarga ituitu saja.

Di dalam Konrukeun terdapat berbagai spot menarik seperti sungai, kolam, air terjun, jembatan, kedai teh, serta sistem pengairan sungai berteknologi canggih. Taman ini juga dihiasi banyak bunga, pohon, dan bebatuan.

Taman ini banyak dikunjungi oleh wisatawan asing maupun turis domestik.

Di seberang Taman Konrukeun terdapat Istana Kanazawa yang merupakan kediaman keluarga pemimpin Maeda pada era 1500-1800-an.

Komplek Istana Kanazawa terdiri dari bangunan, taman, serta bebatuan sebagai pertahanan dari serangan lawan.

Taman Konrukeun Kanazawa buka mulai pukul 07.00-18.00 pada Maret hingga Oktober dan pukul 08.00-17.00 pada Oktober-Februari dengan biaya 300 Yen  (atau sekitar Rp38 ribu) per orang.

Pengunjung dapat menggunakan moda transportasi kereta dari Kanazawa Station yang langsung menuju Kenrokuen dengan lama perjalanan sekitar 15 menit.
 

Istana Kanazawa yang berdiri tegak dibangun sejak 1500-an untuk kediaman pemimpin Maeda, Senin (28/10/2019). ANTARA/Taufik Ridwan

Pewarta: Taufik Ridwan
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tags

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer