MBO: musisi harus gerak bersama hidupkan kreativitas Ambon sebagai kota musik

Ambon (ANTARA) – Orkes musik tradisi Molucca Bamboowind Orchestra (MBO) menyatakan untuk menghidupkan Ambon sebagai kota musik berbasis kreativitas, para musisi harus bergerak bersama dengan pemerintah setempat.

“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama, bukan hanya pemerintah tapi kita juga sebagai musisi, karena kota kreatif berbasis musik itu artinya harus ada banyak kegiatan musik yang ditampilkan,” kata pendiri sekaligus konduktor MBO, Rence Alfons di Ambon, Rabu.

Bersamaan dengan perayaan Hari Kota Dunia pada 31 Oktober kemarin, UNESCO yang merupakan badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan Ambon sebagai kota kreatif berbasis musik.

Rence mengatakan ada banyak pekerjaan rumah yang masih harus disiapkan oleh pemerintah setempat untuk terus menghidupkan kreativitas kota berbasiskan musik, di mana musik juga bisa menjadi prospek ekonomi bagi masyarakat.

Karena itu, selain fasilitas pendukung, pemerintah kota juga harus menyiapkan warganya, menggiring pemahaman mereka untuk bisa memanfaatkan kesempatan dalam ruang-ruang kreatif yang telah terbuka lebar.

Sementara itu, para musisi dalam bermusik dan berkarya juga tidak harus “menunggu bola”, melainkan bergerak aktif “menjemput bola” sehingga bisa menghidupkan dunia kreatif bermusik dan mendapatkan penghasilan dari sana.

Para musisi yang ingin serius bermusik juga harus lebih banyak mendorong diri untuk belajar musik di sekolah-sekolah dan akademi musik, karena masih sedikit pemusik di Ambon yang memiliki latar belakang musik sebagai bidang keilmuan.

“Iklim musik kreatif perlu dibangun dan didorong bersama-sama, kita tidak harus menunggu bola dioper tapi terus bergerak, memang ini tidak mudah tapi kalau tidak sekarang kapan lagi harus mulai,” ucapnya.

Molucca Bamboowind Orchestra atau MBO adalah orkes musik suling bambu yang didirikan pada 2005 oleh Meynard Reynold Nathanael Alfons yang lebih dikenal dengan Rence Alfons, komponis Maluku lulusan musikologi Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Kendati awalnya didirikan untuk menghidupkan musik tradisi daerah, musik-musik yang ditampilkan MBO dalam berbagai dalam berbagai pertunjukan mereka tidak melulu musik tradisional dan nasional.

Tercatat MBO pernah mendaur ulang lagu-lagu top dunia dengan sangat apik, seperti lagu bergenre dansa-rock “St. Elmo’s Fire” ciptaan David Foster dan John Parr, juga lagu balada “Over the Rainbow” karya Harold Arlen dalam penampilan mereka di tahun 2010.

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )