LSM Kampak Papua temukan dugaan penyelewengan dana asrama

Jayapura (ANTARA) – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kampak Papua mengklaim menemukan dugaan penyelewengan dana pembangunan SMA berpola asrama senilai Rp250 miliar di lima wilayah adat, yakni Meepago, Lapago, Anim Ha, Saireri dan Mamta.

Demikian hal ini diungkapkan oleh Koordinator Umum LSM Kampak Papua Dorus Wakum dalam siaran pers yang diterima ANTARA di Kota Jayapura, Jumat (24/1).

“Setelah Kampak Papua melakukan kros cek lapangan di Biak Numfor wilayah adat Saireri ternyata sekolahnya belum ada, demikian juga di beberapa wilayah adat lainnya,” katanya.

Terkait hal ini, Dorus berharap kepada Kepala Dinas Pendidikan yang baru saja dilantik yakni Christian Sohilait, agar segera melakukan pengecekan di lapangan terutama kepada pejabat yang diberikan kewenangan, karena hal itu sudah pasti mematikan masa depan generasi Papua.

“Harapannya temuan ini ditindaklanjuti oleh pihak berwenang, terutama Kadis Pendidikan yang baru,” katanya.

Selain itu, lanjut Dorus, ada sejumlah persoalan lainnya yang tidak kalah menarik yakni soal pelantikan para kepala sekolah (kepsek) tingkat SMA/SMK/SLB pada Desember 2019 di Bumi Cenderawasih yang masih menyisakan masalah.

“Jika kadis yang baru punya hati, maka hal ini akan ditinjau kembali tapi sebaliknya jika tidak hancurlah pendidikan di Papua,” katanya.

Untuk itu, kata dia, Kampak Papua meminta agar Kadis Pendidikan Provinsi Papua yang baru, memanggil kembali seluruh kepala SMA/SMK/dan SLB yang sudah diganti maupun yang baru dilantik agar dapat melakukan verifikasi dalam sebuah pertemuan.

“Sehingga benar-benar mewakili apa yang benar atau realita di lapangan. Karena ada temuan kepentingan oknum pejabat setempat, secara pribadi dan kelompoknya di Dinas Pendidikan Provinsi Papua untuk mengatur pelantikan para kepsek, yang tidak sesuai aturan, norma dan etika,” katanya.

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )