Lelang pengadaan perlengkapan PON XX Papua ditargetkan tuntas Oktober

admin

Jakarta (ANTARA) – Ketua Harian Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) Papua Yunus Wonda mengatakan bahwa proses lelang pengadaan perlengkapan untuk ajang olahraga nasional empat tahunan itu ditargetkan tuntas selambat-lambatnya pada Oktober mendatang.

Yunus meminta kepada seluruh jajaran pengurus berbagai bidang di PB PON untuk segera memasukkan program kerja yang akan dilelang agar bisa segera diserahkan ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) barang dan jasa.

“Waktu terus berjalan, semua kebutuhan PON di masing-masing bidang akan segera diproses untuk lelang. Semua kontrak harus selesai di bulan Oktober 2020,” ujar Yunus, dikutip laman resmi PON Papua, Rabu.

“Paling lambat bulan Oktober sudah tuntas, karena banyak barang yang harus didatangkan dari luar negeri. Saya harap bulan Oktober itu semua kegiatan sudah bisa dilelang,” ujarnya.

Menurut Yunus, pengadaan yang paling sulit adalah mendatangkan peralatan dari luar negeri. Dengan sisa waktu yang ada hingga tahun depan, maka proses lelang harus segera dilakukan setelah sempat berhenti total imbas pandemi virus corona.

Namun tak semua jenis pengadaan harus dituntaskan di tahun ini. Yang diprioritaskan sementara ini hanya perlengkapan serta peralatan yang berkaitan dengan acara pembukaan dan penutupan. Jika bisa rampung tahun ini, maka tahun depan, kata dia, tinggal proses pengiriman.

Sementara itu, perlengkapan akomodasi, menurutnya, masih bisa diselesaikan tahun depan.

Belanja barang di dalam negeri itu tidak rumit, Kata Yunus, “Tapi kalau barang yang harus didatangkan dari luar negeri itu prosesnya panjang dan kami belajar dari pengalaman teman-teman yang menangani Asian Games 2018 lalu.”

Terkait dengan upacara pembukaan PON Papua, Yunus menambahkan bahwa nantinya PB PON akan melibatkan anak-anak Papua.

“Saya sudah minta kepada konsultan yang menangani opening ceremony maupun closing ceremony PON XX Papua libatkan seniman Papua untuk menampilkan karya-karya anak-anak Papua,” katanya.

Tags

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer