Kota Ambon inflasi sebesar 0,28 persen

Ambon (ANTARA) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat Kota Ambon pada Oktober 2019 mengalami inflasi sebesar 0,28 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 134,47.

“10 komoditas yang dominan memicu inflasi di Kota Ambon adalah daun singkong, daun melinjo, kangkung, beras, gado-gado, kacang panjang, bayam, ikan kepetek, roti manis, dan cabai rawit,” kata Kepala BPS Maluku, Dumangar Hutauruk di Ambon, Jumat.

Berdasarkan hasil pemantauan BPS Maluku pada Oktober 2019, terjadi inflasi di Kota Ambon sebesar 0,28 persen atau terjadi peningkatan IHK dari134,10 pada September 201 menjadi 134,47 pada Oktober 2019.

inflasi tahun kalender (Oktober 2019 terhadap Desember 2018) Kota Ambon pada Oktober 2019 sebesar 3,26 persen dan inflasi dari tahun ke tahun  (Oktober 2019 terhadap Oktober 2018) sebesar 5,39 persen.

Dia mengatakan, inflasi tertinggi terjadi di Kota Manado sebesar 1,22 persen dengan IHK 136,49 dan inflasi terendah terjadi di Kota Pematang Siantar, Kota Tual, dan Kota Ternate masing-masing sebesar 140,89, 159,94, dan 140,32.

Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Balikpapan sebesar 0,69 dengan IHK 140,49, dan deflasi terendah terjadi di Kota  Palopo sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 136,35.

“Pada Oktober 2019 dari 82 kota IHK di Indonesia, IHK Kota Ambon menduduki peringkat 58,  inflasi bulanan Kota Ambon menduduki peringkat 11, inflasi tahun kalender Kota Ambon menduduki peringkat tujuh, dan inflasi tahun ke tahun Kota Ambon masih tetap pada peringkat tiga,” katanya.

Sedangkan dari 82 kota IHK tercatat43 kota mengalami inflasi dan 39 kota mengalami deflasi.

Dumangar menambahkan, inflasi Kota Ambon terjadi karena adanya peningkatan IHK pada lima kelompok pengeluaran yakni tertinggi pada kelompok makanan jadi, minuman rokok dan tembakau sebesar 2,19 persen diikuti kelompok sandang sebesar 0,22 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,18 persen, kelompok bahan makanan sebesar 0,12 persen, dan kelompok kesehatan sebesar 0,06 persen.

Sedangkan dua kelompok pengeluaran mengalami deflasi yakni kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,10 persen serta kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,03 persen.

Komoditas yang dominan menyumbang inflasi di Kota Ambon adalah daun singkong, daun melinjo, kangkung, beras, gado-gado,kacang panjang, bayam, ikan kepetek, roti manis, cabai rawit, dan yang  dominan menyumbang terjadinya deflasi di Kota Ambon dan yang tertinggi adalah ikan layang, ikan cakalang asap, nanas, ikan tongkol/abu-abu, bawang merah, angkutan udara, telur ayam ras, ikan cakalang tomat buah, dan anggur.

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )