![]()

Makassar (ANTARA) – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bersama anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Makassar lainnya membahas pengamanan jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2022 mengantisipasi penularan COVID-19 varian omicron.
“Rapat bersama dengan anggota Forkopimda Makassar lainnya untuk membahas dan menyamakan persepsi serta mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 terlebih adanya varian baru omicron,” ujar Moh Ramdhan Pomanto di Makassar, Selasa.
Ia mengatakan, dalam operasi Lilin 2021 yang akan digelar serentak di Indonesia termasuk di Makassar akan dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Makassar.
Danny Pomanto menyebut operasi tahun ini, sama seperti tahun lalu dan telah memiliki tolok ukur untuk penanganan operasi dalam menekan serta mengantisipasi penularan.
“Kita sudah punya benchmarking sama seperti tahun lalu, dan itu sudah berjalan dengan baik. Walaupun tahun ini punya kekhasan yang agak lain,” katanya.
Menurut Danny, ada tiga kekhasan operasi lilin tahun ini dari pada tahun sebelumnya. Pertama, harus kebut vaksin agar tuntas. Kedua, adanya imicron yang sudah masuk di Indonesia. Dan yang ketiga, kondisi-kondisi yang sudah memiliki kekebalan kelompok atau herd imunity bukan menjadi kondisi yang melemahkan.
“Untuk pembatasan-pembatasan yang diberlakukan adalah pembatasan biasa yang dilakukan seperti pada tahun lalu. Angka cakupan vaksinasi kita juga sudah di atas 70 persen dan sudah terbentuk herd immunity,” jelasnya.
Dany meminta agar pembatasan ini jangan ditanggapi berlebihan, hal itu dikarenakan pemerintah tidak mau lengah dalam mengantisipasi penyebaran COVID-19 yang terbukti grafiknya naik.
“Makanya kenapa harus ada pembatasan karena ada disparitas vaksinasi yang terjadi di Kota Makassar yang sudah hampir 80 persen dengan sekitar Kota Makassar yang baru sekitar 40 persen. Jadi kita harus melindungi kota ini, kita juga harus melindungi orang yang masuk. Sehingga semua itu harus lewat dengan pembatasan-pembatasan,” tuturnya.
Sementara itu Kapolrestabes Makassar Kombes Withnu Urip Laksana mengatakan, dalam rakor ini ada tiga sasaran utama pengamanan menyambut natal dan pergantian tahun.
“Jadi ada tiga sasaran utama yang kita amankan. Pertama, pengamanan saudara kita umat Kristiani melaksanakan ibadah Natal di 31 gereja yang diprioritaskan. Kedua masyarakat yang melaksanakan libur Nataru mengunjungi tempat wisata, ke Mal, dan tempat-tempat lainnya, terakhir adalah kegiatan masyarakat yang melakukan aktifitas selama libur,” ucapnya.
