Diskop Sulsel harap TKS bisa tingkatkan daya saing produk UMKM

Makassar (ANTARA) – Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Provinsi Sulawesi Selatan Malik Faisal berharap pembentukan Tenaga Kerja Sukarela (TKS) oleh Kementerian Tenaga Kerja bisa turut meningkatkan daya saing produk para pengelola UMKM.

Malik Faisal pada “Temu Konsultasi TKS” di Makassar, Jumat, mengemukakan bahwa tenaga kerja sangat erat kaitannya dengan UMKM, khususnya di Sulsel. Sebab terdapat sekitar dua juta lebih pelaku usah mikro kecil menengah (UMKM) yang menyerap tenaga kerja sekitar lima juta orang.

“Artinya kalau UKM-nya tidak berkembang, tenaga kerja juga pasti tidak bisa difasilitasi, persoalannya kita sekarang bahwa sebagian besar kwalitas tenaga kerja itu masih jauh di bawah rata-rata, sehingga hasil kerja juga pasti jauh dari kata berkualitas dan tidak berdaya saing,” urainya.

Temu Konsultasi TKS digelar dalam rangka memberikan pemahaman kepada para TKS atas tugas dan tanggung jawab dalam melakukan pendampingan tenaga kerja mandiri di Indonesia.

Temu Konsultasi TKS ini digelar oleh Direktorat Bina Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Tenaga Kerja, melibatkan sebanyak 166 orang TKS dari 16 provinsi di wilayah Indonesia Timur di Hotel Aryaduta, Makassar. 

Program Pendayagunaan TKS merupakan salah satu program prioritas Kementerian Ketenagakerjaan yang bertujuan untuk mendayagunakan para sarjana dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat, khususnya pendampingan kepada kelompok-kelompok masyarakat di perdesaan.

Para TKS berperan sebagai fasilitator, motivator, mediator dan inovator.

“Nah sekarang kita harus duduk sama-sama dari Kementerian Tenaga kerja dan Koperasi, untuk memikirkan bagaimana supaya output dari kinerja ini punya kualitas,” urai Malik.

Kuncinya, bagi dia, adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia, bukan hanya sekadar melalui pelatihan, namun terjun ke lapangan untuk melihat secara langsung prosesnya.

Malik mengakui bahwa kualitas tenaga kerja yang Indonesia miliki dari sektor UMKM masih jauh dari kata memadai, itu terbukti dari masih banyaknya produk yang tidak kompetitif.

Balai Peningkatan Produktivitas (BPP) Kendari, Sulawesi Tenggara Andi Asriani Koke menambahkan pembentukan TKS ini untuk mendampingi Tenaga Kerja Mandiri (TKM) yang sudah diberikan bantuan dari kementrian untuk mengolah usahanya.

Pada tahun 2021, Kementerian Tenaga Kerja menyiapkan 100.000 TKS, yang ketika dikelompokkan itu menjadi Tenaga Kerja Mandiri yakni 6.250 kelompok.

“Kelompok TKN itu berjumlah 16 orang, jadi itu yang akan didampingi oleh para TKS ini yang berjumlah 100.000 di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Asriani mengemukakan bahwa pembentukan TKS juga bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja baru.
 

Sejumlah narasumber dari Pemprov Sulsel pada pembukaan Temu Konsultasi TKS di Makassar,Jumat (24/09/2021). ANTARA Foto/Nur Suhra Wardyah
CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )