Bupati Malra lantik dua wanita sebagai PPTP hadiah Hari “Nen Dit Sakmas”

admin

Langgur (ANTARA) – Bupati Maluku Tenggara (Malra)  M Thaher Hanubun melantik dua wanita sebagai Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PPTP) sebagai hadiah khusus menjelang peringatan hari “Nen Dit Sakmas” yang diperingati pada 7 September 2020 di wilayah tersebut.

“Pelantikan dua ASN wanita sebagai PPTP adalah hadiah khusus menjelang peringatan hari Nen Dit Sakmas,” katanya dalam sambutan pada pelantikan PPTP di aula kantor Bupati Malra, Sabtu.

Dua wanita ASN Eselon II yang dilantik yakni Maryam Matdoan sebagai Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak (PMDPPA) dan Theresia Tamnge sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah Pemerintah Kabupaten Malra.

Pelantikan pejabat eselon II.b ini juga, sesungguhnya hal biasa dalam implementasi Perda 04 tahun 2019 sebagaimana telah diubah dengan Perda 01 tahun 2020 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah kabupaten Malra.

Bupati  mengatakan, kedua pejabat eselon II yang dilantik itu telah melalui tahapan seleksi terbuka yang dilaksanakan beberapa waktu lalu dan  mendapat persetujuan dari Komisi Aparatur Sipil Negara.

“Pada kesempatan ini saya ingatkan, bahwa evaluasi kinerja saudara-saudara akan dilakukan bila tidak bekerja dengan serius dan baik, maka tidak menutup kemungkinan dilakukan rotasi ataupun mutasi,” katanya.

Untuk kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi masing masing ke depan, ASN yang mendapat kepercayaan menjabat agar fokus pada pelaksanaan program dan kegiatan yang termuat dalam RPJMD 2018-2023, lebih khusus pencapaian program 11 M.

Bupati  menegaskan, dalam waktu dekat akan dilakukan pembahasan perubahan APBD 2020 di DPRD, maka setiap kepala OPD diminta mematuhi mekanisme dan mengikuti pembahasan dengan baik.

“Harapan saya, tidak boleh ada lobi-lobi atau sejenisnya di luar mekanisme dengan maksud anggaran SKPD nya ditambah. Salah satu hal yang juga menjadi perhatian serius tata naskah dinas, di mana saya sering menemui kekeliruan dalam tata naskah. Sayamem minta Sekda untuk menertibkan,” tandas Bupati.

Dia menambahkan, keputusan yang diambil pasti menimbulkan kepuasan dan ketidakpuasan bagi para pejabat, tetapi perlu diingat bahwa komitmen dan kinerja menjadi tolak ukur bagi dirinya sebagai Bupati untuk memberikan apresiasi dan penilaian terhadap capaian kinerja pegawai.

Tags

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer