Bukan cuma dimakan, ini manfaat “royal jelly” untuk kulit

Jakarta (ANTARA) – Royal jelly tak cuma bisa dimakan dalam campuran madu, tetapi juga dimanfaatkan sebagai bahan kosmetik. Produk kosmetik asal Malibu California, Amerika, Jafra

admin

Jakarta (ANTARA) – Royal jelly tak cuma bisa dimakan dalam campuran madu, tetapi juga dimanfaatkan sebagai bahan kosmetik.

Produk kosmetik asal Malibu California, Amerika, Jafra meluncurkan rangkaian produk yang mengunggulkan royal jelly yang bermanfaat untuk membuat kulit terlihat muda lebih lama.

Baca juga: Tips skincare ala Kristen Bell

“Kami punya teknologi Royal Jelly RJX yang membuat manfaatnya jadi enam kali lipat,” kata Wakil Presiden Pemasaran Global dan Pengembangan Produk Jafra Cosmetics International Dena O’Loughlin di Jakarta, Jumat.

Paduan alam dan teknologi ini menciptakan produk perawatan kulit yang efektif. Dena menjelaskan royal jelly adalah zat yang dihasilkan lebah madu untuk makanan ratu lebah.

Royal jelly bernutrisi tinggi, membuat ratu lebah punya usia lebih panjang ketimbang lebah pekerja. Nutrisi yang terkandung dengan royal jelly yang jadi bahan kosmetik pun bermanfaat untuk mencegah penuaan dini.

Baca juga: Kandungan “skincare” yang harus diwaspadai pemilik kulit sensitif

Seri royal jelly adalah salah satu produk dari merek kosmetik Jafra yang berdiri sejak 1956 di California.

Jafra meluncurkan rangkaian produk pencerah kulit “Luna White Series” di Indonesia, terdiri dari pembersih, pelembap, pelindung sinar matahari hingga masker.

Produk-produk tersebut dibuat untuk mencegah penuaan dini, mengurangi garis-garis halus di wajah dan mencegah hiperpigmentasi, yakni noda gelap di wajah.

Hiperpigmentasi disebabkan oleh paparan matahari berlebihan, polusi, hormon, alergi hingga genetik.

“Banyak hasil riset menunjukkan kulit Asia punya lebih banyak melanin, itulah mengapa ada kecenderungan terjadi hiperpigmentasi,” lanjut Dena.

Menurut Dena, keinginan untuk punya kulit cerah tak cuma berlaku di Asia Tenggara yang mayoritas kulitnya berwarna gelap. Di Amerika Serikat ada banyak ragam warna kulit, sehingga produk tersebut tak cuma dihadirkan di Indonesia, tetapi global.

“Mencerahkan kulit adalah kebutuhan banyak orang di penjuru dunia, jadi kami juga meluncurkan rangkaian ini di Amerika Serikat.”

Baca juga: Kandungan dalam “skincare” yang paling dicari sepanjang 2019

Baca juga: Seluk beluk “suntik putih”

Baca juga: Jangan “scrubbing” wajah setiap hari, ini bahayanya

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Tags

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer