BKKBN bentuk 367 tim pendamping atasi stunting di Polewali Mandar

Mamuju (ANTARA) – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Sulawesi Barat membentuk 367 tim pendamping keluarga di Kabupaten Polewali Mandar, sebagai upaya mendorong percepatan penurunan stunting atau kekerdilan di daerah itu.

“BKKBN membentuk 368 tim pendamping keluarga yang tersebar di 167 kelurahan dan desa di Kabupaten Polewali Mandar,” ujar Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Sulbar Nuryamin, pada rapat koordinasi penguatan lintas sektor dalam upaya penurunan stunting Kabupaten Polewali Mandar, Kamis.

“Tim pendamping keluarga itu terdiri dari bidan, kader PKK dan kader KB,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi terkait singkronisasi kegiatan yang akan dilakukan dalam rangka penurunan stunting di Kabupaten Polewali Mandar.

“Kerja sama lintas sektor adalah kekuatan yang baik. BKKBN juga melakukan upaya percepatan penurunan stunting, karena kekerdilan di Sulbar masih tinggi, yakni pada 2019 berada di angka 40 persen, sementara tingkat nasional 27, 6 persen,” terangnya.

“Untuk Polewali Mandar menunjukkan masih tinggi di kisaran 20 persen tahun 2021,” kata Nuryamin.

Sementara, Wakil Bupati Polewali Mandar HM Natsir Rahmat menyampaikan percepatan penurunan stunting harus dilakukan secara terkoordinir, terpadu dan bersama-sama seluruh sumber daya yang ada. 

Melalui rapat koordinasi yang melibatkan perangkat daerah lintas sektoral tersebut Wabub berharap, adanya kesamaan persepsi dalam menyatukan langkah 
untuk mendukung pencapaian tujuan pencegahan kekerdilan pada balita.

“Melalui kegiatan ini, saya minta agar OPD dan ‘stakeholder’ atau pemangku kepentingan terkait dapat berkontribusi aktif, sesuai tugas dan fungsinya masing-masing. Kita harus pahami bahwa ini adalah upaya bersama untuk menuju titik tujuan, yaitu pencegahan dan penurunan stunting atau kekerdilan di Kabupaten Polewali Mandar,” terang Natsir Rahmat.

Wabub juga meminta seluruh pihak agar memberikan perhatian serius terhadap program penurunan stunting tersebut. 

“Saya harapkan perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, memberikan kontribusi nyatanya untuk kesuksesan program ini,” ujar Natsir Rahmat.

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )