33.342 pekerja formal di Maluku diusulkan terima bantuan subsidi gaji

Ambon (ANTARA) – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Maluku telah mengusulkan 33.342 pekerja formal daerah yang pendapatannya dibawah Rp5 juta ke Kementerian Tenaga Kerja RI untuk diverifiksasi guna mendapatkan bantuan subsidi gaji atau upah sebesar Rp600 ribu.

“Terkait dengan bantuan BPJAMSOSTEK bagi yang pendapatan di bawah Rp5 juta itu langsung instruksi Presiden dan kami hanya mengajukan datanya ke kementerian dan usulan 33.342 pekerja ini pada posisi 31 Agustus 2020,” kata Kabid kepesertaan BPJS Tenaga Kerja Cabang Maluku, Wawan Burhanudin di Ambon, Selasa.

Untuk bantuan subsidi upah ini merupakan suatu program negara yang menjadi salah satu upaya pemerintah mempertahankan daya beli dari penerima upah Rp5 juta ke bawah dalam menghadapi pandemi COVID-19.

Kemudian mekanisme pelaksanaan programnya menggunakan basis data dari BPJS Tenaga Kerja.

“Jadi pada prinsipnya data tenaga kerja formal daerah yang menjadi peserta aktif BPJS Tenaga Kerja sampai bulan Juni 2020, tetapi Kemenakertrans RI yang melakukan verifikasi dan penetapan,” jelas Wawan.

Berdasarkan Permenaker nomor 14 tahun 2020, pihak yang menetapkan penerima bantuan subsidi gaji ini adalah Kemenakertrans, sehingga keliru kalau kewenangan memberikan upah subsidi ketenagaa-kerjaan itu dari BPJS Tenaga Kerja.

Dalam Permenaker ini juga diatur persyaratan penerima bantuan upa subsidi ini adalah WNI dan terdaftar sebagai peserta aktif program jaminan sosial ketenaga-kerjaan yang diselenggarakan BPJS Ketenagakerjaan.

Kemudian pekerja atau buruh penerima upah di suatu perusahaan, dan peserta aktif program jaminan sosial ketenaga-kerjaan yang berbayar iuran dengan besaran dihitung berdasarkan gaji di bawah Rp5 juta yang dilaporkan pemberi kerja kepada BPJS Tenaga Kerja, serta memiliki rekening yang masih aktif.

“Ada surat dari kantor pusat juga tentang perpanjangan pengumpulan nomor rekening pekerja formal daerah ini berlangsung sampai 15 September 2020, jadi kami hanya mengusulkan jumlah pekerja serta nomor rekening mereka ke Kemenakertrans,” jelas Wawan.

BPJS Ketenaga-kerjaan Cabang Maluku sejak awal juga telah melakukan edukasi dan pemberitahuan melalui media massa, radio, maupun media sosial kepada para pemberi kerja.

Jadi nomor rekening para pekerja formal ini boleh di bank mana saja, namun Kemenakertran akan melakukan penyaluran lewat perimpunan bank negara (Himbara).

Terbanyak dari para pekerja formal yang akan mendapatkan bantuan subsidi upah ini adalah kota Ambon yang mencapai 25.449 orang yang telah dikumpulkan nomor rekeningnya, sedangkan total jumlah tenaga kerja formal untuk daerah ini sebanyak 32.758 orang.

Penyaluran dana bantuan subsidi upah ini dilakukan kementerian secara bertahap hingga Desember 2020, dan untuk tahap pertama sudah direalisasi namun pihak BPJS Ketenaga-kerjaan Cabang Ambon belum mendapatkan laporannya berapa banyak pekerja yang sudah menerima bantuan.

“Yang menerima bantuan subsidi upah pemerintah ini rata-rata adalah pekerja formal yang bekerja di perusahaan berskala kecil atau mikro,” tandasnya.

Kabid Hubungan Insudtrial Disnakertrans Maluku, In Tahamata menjelaskan, untuk bantuan BJS TK bagi pekerja dengan pendapatan di bawah Rp5 juta merupakan instruksi Presiden RI dengan BPJAMSOSTEK dan pihaknya tidak punya hubungan dengan masalah ini karena langsung antara pekerja dengan mereka.

“Soal jumlah penerima bantuan, semua data ada pada BPJS Ketenagaan Kerjaan, dan pekerja langsung memberikan KTP dan nomor rekening bank ke sana,” kata Tahamata.

Sejumlah karyawan perusahaan penjualan bahan kebutuhan pokok di Kota Ambon mengaku sangat bersyukur dengan adanya dana bantuan subsidi upah yang diberikan pemerintah melalui Kemenakertrans.

“Saya dan rekan-rekan yang lain memang belum menerima bantuan Rp600 ribu, tetapi kartu BPJS Ketenagakerjaan kami ada dan tinggal membuka tabungan di bank agar nomor rekeningnya bisa kami laporkan segera,” jelas salah satu karyawan bernama Anwar.

Menurut dia, gaji yang didapatkan per bulan tidak mencapai Rp2,5 juta, dan daam kondisi pandemi COVID-19 hingga saat ini membuat mereka agak kesulitan memenuhi kebutuhan hidup setiap hari.

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )