22 balon paparkan visi-misi di Partai Golkar Malut

Ternate (ANTARA) – Sebanyak 22 bakal calon (balon) yang diajukan DPD Partai Golkar Maluku Utara (Malut) menyampaikan pemaparan visi-misi sebagai syarat untuk maju di delapan kabupaten/kota pada Pilkada 2020.

“Pemaparan visi-misi itu merupakan mekanisme yang berlaku di Partai Golkar saat ini. Jadi tidak akan mungkin muncul kandidat yang direkomendasikan DPP Golkar kalau tidak mengikuti mekanisme penjaringan di daerah,” kata Ketua DPD  Partai Golkar Malut, Alien Mus pada pembukaan uji kompetensi dan penyampaian visi misi Calkada yang dilaksanakan DPD  Partai Golkar Malut, bertempat di Hotel Grand Daffam, Selasa.

Menurut dia, tahapan ini akan menentukan Balon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah pada Pilkada 2020, harus dimulai dari penjaringan tingkat daerah, sehingga semua kandidat wajib mengikuti tahapan di daerah, dan tidak akan muncul kandidat dari DPP Partai Golkar.

Olehnya itu, setelah mengikuti tahapan penjaringan di masing-masing kabupaten/kota serta Provinsi yang melakukan uji kompetensi dan penyampaian visi misi, selanjutnya diserahkan ke DPP Partai Golkar yang menentukan rekomendasi.

“Rekomendasi Partai Golkar akan ditentukan langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar, tetapi harus mengikuti mekanisme dari daerah, ” kata Alien Mus yang juga anggota DPR-RI tersebut.

Selain itu, mekanisme survei dengan biaya dibebankan kepada para bacalon adalah ketentuan yang diatur oleh DPPPartai  Golkar, bukan keinginan DPD II atau DPD I.

“Survei dengan menggunakan lembaga yang kredibel ini bukan keinginan daerah, itu keputusan DPP Partai Golkar. Karena itu merupakan salah satu mekanisme penentuan Clkada ,” kata Alien Mus.

Dia mengatakan uji kompetensi kandidat ini merupakan persyaratan di seluruh Indonesia yang melakukan inovasi terhadap petunjuk pelaksana (juklak) tentang penjaringan pimpinan daerah.

Dalam penjaringan, Partai Golkar mengkombinasikan wawancara oleh internal partai dan uji kompetensi dari para tim pakar yang diambil dari akademisi, dengan melakukan uji kompetensi terhadap Calkada yang ingin maju di Pilkada 2020.

Di mana, untuk rekomendasi yang dikeluarkan DPP Partai Golkar dijadwalkan pada pertengahan Februari 2020, baru akan diumumkan kandidat yang dinyatakan mendapatkan rekomendasi partai berlambang pohon beringin tersebut.

“Sehingga, sekembalinya Ketum dari kunjungan kerja dengan Presiden Jokowi pada pertengahan Januari 2020 sudah kita tentukan sesuai hasil survei dan pertengahan Februari itetapkan DPP Golkar siapa balon yang akan diusung,” katanya.

Sementara lembaga survei yang digunakan Partai Golkar dalam menjaring calon kepala daerah telah direkomendasi oleh DPP melalui hasil lembaga survei yang ditunjuk oleh DPP Partai Golkar.

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )